RENOVASI RUMAH SAAT MUSIM HUJAN?

Renovasi Rumah Saat Musim Hujan
Renovasi Rumah

Di Indonesia musim hujan biasanya antara bulan Oktober s/d April. Pada saat ini sebagian besar orang enggan untuk melakukan renovasi rumah atau huniannya. Alasannya bermacam-macam :
1.  Adanya kekhawatiran, tukang tidak efektif dalam bekerja sementara biaya kerjanya tidak dapat dikurangi
2.    Bingung untuk melakukan penyimpanan material bangunan
3.    Area kerja tukang terbatas tidak seperti saat musim kemarau
4.    Adanya kekhawatiran hasil pekerjaan tidak maksimal
5.    Biaya renovasi dikhawatirkan mengalami pembengkakan
Renovasi di musim hujan memang tidak bisa dilakukan untuk renovasi bagian luar rumah, yang bisa dilakukan adalah renovasi kecil sampai sedang untuk bagian dalam rumah seperti :
  • ·         Mempercantik Plafond

Renovasi meliputi Membuat Desain Upceiling atau Drop Ceiling, Menambahkan penghawaan dan pencahayaan
  • ·         Merenovasi Dapur

Renovasi meliputi  table top dan pembuatan cabinet/lemari dapur

  • ·         Mengganti Lantai

Renovasi meliputi penggantian lantai keramik dengan keramik baru atau parket, dalam penggantian keramik hendaknya dilakukan tanpa membongkar material lantai yang lama melainkan langsung menimpa material yang lama dengan material yang baru lebih praktis dan menghemat ongkos

  • ·         Menggabungkan Ruang

Renovasi meliputi Menggabungkan ruang makan dan dapur atau menggabungkan ruang lainnya. Dalam melakukan penggabungan ruangan jangan sampai melakukan pembongkaran dinding struktur rumah

  • ·      Melakukan Pengecatan dan Penggantian Wallpaper Bagian dalam rumah

Renovasi meliputi mennganti warna cat dinding lama atau memasang wall paper pada dinding. Untuk pemasangan wallpaper hendaknya dilakukan ahlinya untuk hasil maksimal, biasanya penjual wallpaper juga menyediakan jasa pemasangan wallpaper
Faktor lain yang diperhatikan renovasi rumah saat musim hujan adalah penyimpanan material bangunan. Ada 3 (tiga) alternative tempat yang bisa anda pergunakan untuk menyimpan material yaitu :

  1. Ruang tidak terpakai di dalam rumah,Ruang ini dapat melindungi material dari terkena hujan
  2. Halaman Depan atau belakang rumah. Hanya karena tempatnya di halaman, anda jangan terlalu lama menyimpan material bangunan, karena selain merusak tampilan rumah, material tersebut berpotensi rusak karena berhubungan langsung dengan hujan/ cuaca. Lindungan dengan terpal jika diperlukan
  3. Garasi, Teras dan gudang dapat juga dijadikan tempat penyimpanan material sementara.



Share this

Related Posts

First