3 Tanda Penyakit Flu Singapura dan Cara Menanganinya

 3 Tanda Penyakit Flu Singapura dan Cara Menanganinya
Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut atau Flu Singapura

Penyakit Flu Singapura atau disebut juga penyakit tangan, kaki dan mulut merupakan penyakit yang sering menyerang anak-anal terutama di bawah 4 tahun. Penyakit ini sering disebabkan oleh inveksi virus enterovirus. Ada beberapa jenis virus enterovirus yang dapat menyebabkan penyakit flu singapura, tetapi yang paling sering adalah virus coxsackie A16. sesuai dengan namanya, penyakit ini menyerang tangan, kaki dan mulut anak. biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik kemerahan di area tersebut.

Apakah Flu Singapura Menular?

Ya. Penyakit ini sangat mudah menular dari satu anak ke anak lainnya. dan penularan terjadi melalui udara. anak yang sedang menderita penyakit ini batuk dan bersin, kemudian menulari anak lainnya. Penyakit tangan, kaki dan mulut atau flu singapura sangat menular terutama pada minggu pertama sejak timbulnya gejala pada anak. anak yang sedang terjadi penyakit ini sebaiknya tidak masuk sekolah dandipisahkan tidurnya dari anak lain yang tinggal serumah untuk mencegah penularan.

Apa Tanda dan Gejala Flu Singapura?

Penyakit ini cukup mudah dikenali, biasanya tanda dan gejalanya adalah :
  • Pada permulaan anak akan demam (suhu 38ºC sampai dengan 39ºC) sekitar 1-2 hari.
  • Bisa diikuti dengan gejala lain seperti sakit tenggorokan, sakit mulut. anak biasanya menjadi tidak mau makan dan minum karena nyeri tersebut.
  • Timbul bintik-bintik dengan kemerahan di kaki, tangan danmulut. bintik-bintik tersebut berukuran sekitar 3 mm dan berisi cairan. bintik ini perlu dibedakan dengan bintik cacar air yang biasanya menyebar ke seluruh tubuh dan gatal. pada flu singapura bintiknya tidak terlalu banyak dan tidak gatal serta hanya timbul di kaki, tangan dan mulut. kadang-kadang di pantat. bintik di mulut tersebut bisa muncul di sekitar mulut, lidah dan bagian dalam pipi.

Apakah Penyakit Flu Singapura Berbahaya?

Penyakit ini hampir tidak berbahaya. biasanya penyakit ini ringan saja dan akan sembuh dalam waktu 3 – 7 hari. pada infeksi virus ini kadang dapat menyebabkan radang selaput otak,tetapi hal ini sangat jarang terjadi.

Apa Yang Perlu Dilakukan Bila Anak Terkena Flu Singapura?

Anda tidak perlu khawatir karena penyakit ini tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya oleh kekebalan tubuh anak. Ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan apabila anak anda terkena flu singapura :
  • Berikan sirup parasetamol. sirup parasetamol selain dapat menurunkan panas juga dapat mengurangi rasa sakit. Sirup parasetamol dapat diberikan tidak lebih dari 5 kali pemberian dalam sehari dengan dosis 10 mg/kg berat badan per kali pemberian.
  • Kompres tubuhnya dengan air hangat atau mandi dengan air hangat agar anakmerasa lebih nyaman.
  • Berikan minum yang banyak. Cairan yang paling bai adalah air putih atau susu.
  • Apabila anak mengeluh mulutnya sakit sehingga tidak mau makan dan minum, anda dapat membiarkan anak berpuasa selama beberapa saat. setelah itu berikan makanan yang lunak seperti bubur agar mudah ditelan. gunakan garam dapur pada makanannya sesedikit mungkin agar tidak menimbulkan rasa sakit sewaktu makan.
  • Bila terdapat banyak bintik di mulut dan lidah. anda dapat memberikan cairan antiseptic untuk berkumur.
Semoga bermanfaat…. silahkan like dan share… follow twitter @zaenal_zein

4 Cara Menangani Obesitas atau Kegemukan Pada Anak

4 Cara Menangani Obesitas atau Kegemukan Pada Anak
Obesitas pada Anak

Anak dengan obesitas atau kegemukan semakin sering dijumpai belaknan ini terutama di Negara maju. Obesitas atau kegemukan adalah keadaan tubuh anak yang mempunyai kelebihan lemak. Obesitas pada anak tergantung dari factor keturunan, pola makan dan pola aktivitas anak sehari-hari. Makan Banyak dan aktivitas yang kurang akan menyebabkan anak kegemukan. Orang tua yang gemuk cenderung memiliki anak yang gemuk juga. obesitas pada anak apabila dibiarkan saja akan berdampak tidak baik pada anak nantinya.

Bagaimana Cara Meng mengenali Obesitas Pada Anak

Anak yang kegemukan akan terlihat memliki lemak yang menumpuk di tubuhnya terutama di daerah perut, wajah, leher dan paha. apabila orang tua merasa anaknya lebih gemuk dari teman-teman seusianya maka dimungkinkan anaknya mengalami obesitas. Ada pedoman yang biasanya digunakan untuk menentukan apakah anak mengalami obesitas atau tidak, yaitu dengan mengukur Indeks Masa Tubuh / IMT (Body Mass Index/BMI) biasanya dokter akan mengukur IMT anak anda dahulu. IMT diukur dengan cara membagi berat badan anak anda (dalam Kg) dengan tinggi badannya (dalam meter) dikuadratkan. misalnya berat badan anak anda 36 Kg dengan tinggi badan 1,2 meter maka perhitungan IMT nya adalah : 36/(1,2)2 = 25 kemudian dokter memasukkan angka 25 tersebut pada kurva IMT maka tergolong obesitas.
 
4 Cara Menangani Obesitas atau Kegemukan Pada Anak
Grafik BMI atau IMT

Apakah Efek Samping Dari Obesitas pada Anak

Obesitas memiliki banyak efek negative untuk anak. dari segi penampilan anak yang terlalu gemuk akan cenderung tidak percaya diri dan menutup diri. dari kesehatan fisik, obesitas membawa beberapa dampak yang tidak baik yang mungkin terjadi yaitu :
  • Hipertensi pada anak
  • Peningkatan kadar kolesterol dalam darah
  • Gangguan Jantung
  • Resiko Terkena Asma
  • Kencing Manis
  • Perlemakan Hati

Bagaimana Cara Menangani Obesitas

Penanganan obesitas cukup sulit. bahkan seringkali dibutuhkan bantuan dari tim dokter. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua yaitu:
  • Cobalah mengurangi porsi makan anak tertuma karbohidrat dan lemak. perbanyak konsumsi buah dan sayuran
  • Cobalah mengajak anak beraktivitas yang membutuhkan energy lebih banyak seperti olahraga, bermain lari-larian, bersepeda dan lain sebagainya
  • Cobalah mengurangi waktu menonton televisi. menonton televisi akan membuat anak malas beraktivitas.
  • Bawalah anak ke dokter apabila obesitas semakin parah dan sulit diatasi.

Bagaimana sebaiknya pemberian makanan pada anak obesitas?

  • Pada anak obesitas tidak diperlukan diet yang sangat drastis dan berlebihan. cobalah diet dengan mengatur jumlah makanan sedikit-sedikit. hindari pemberian makanan yang mengandung lemak dan gula secara berlebihan, dan perbanyak makanan berserat. makan tetap disarankan 3 kali sehari dengan porsi yang sediit demi sedikit dikurangi. camilan seperti biscuit, coklat, es krim diantara 2 waktu makan sebaiknya dihindarkan dan diganti dengan konsumsi buah-buahan.


Semoga bermanfaat…. silahkan like dan share… follow twitter @zaenal_zein

6 Tips Menangani Batuk Pilek Pada Anak

6 Tips Menangani Batuk Pilek Pada Anak
Bersin
Anak-Anak seringkali terkena batuk pilek / Common Cold, terutama pada saat pergantian musim (pancaroba) Batuk pilek pada anak disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus dan menular melalui percikkan air liur di udara. terutama apabila penderita sedang batuk atau bersin. Anak-anak lebih mudah terjangkit batuk pilek karena system imun mereka belum sempurna. Beberapa anak bisa terkena batuk pilek lebih dari 10 kali dalam setahun. terutama mereka yang sering terkena paparan asap (rokok dan kendaraan bermotor) atau yang mempunyai pembesaran amandel (tonsil)

Apa Tanda Gejala Batuk Pilek Pada Anak

Tanda dan gejala dari Batuk pilek pada anak sebagai berikut :

  • Batuk Ringan
  • Hidung tersumbat
  • Mata Berair
  • Nyeri Tenggorokan
  • Demam Yang tidak terlalu tinggi
  • Kadang-kadang disertai muntah dan sakit kepala

Obat-obatan apa yang dapat diberikan jika anak terkena batuk pilek

Apabila anak mengalami gejala batuk pilek ringan seperti tersebut diatas, orang tua tidak perlu langsung membawa anaknya ke dokter, Orang tua dapat melakukan perawatan di rumah denganmemberi obat-obatan yang cocok untuk anak

  • Belilah sirup parasetamol untuk menurunkan suhu tubuh anak jika ia mengalami demam (jangan berikan aspirin) Sirup parasetamol dapat diberikan maksimal 5 kali pemberian dalam 1 hari atau jarak pemberian sirup parasetamol minimal 4 jam.
  • Anda dapat memberikan ekspektoran untuk batuk berdahak dan antitusif untuk batuk kering
  • Jika hidung anak tersumbat, jika diperlukan dapat diberikan dekongestan, seperti tetes hidung. Pemakaian dekongestan tetes hidung sebaiknya tidak lebih dari 5 hari.

Apa Yang Perlu Dilakukan Jika Anak Terkena Batuk Pilek

Batuk pilek ringan pada anak bukan penyakit yang serius. anak bisa sembuh dengan perawatan dan perhatian yang tepat serta istirahat yang cukup. beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk meringankan sakit batuk pilek pada anak anda :

  • Pastikan anak minum cukup air putih agar tidak dehidrasi (terutama bila anak mengalami demam)
  • Meninggikan bantalnya sehingga anak lebih mudah bernafas
  • Ajari anak untuk meniup lewat hidungnya, minta anak untuk meniup lewat kedua lubang hidungnya (jangan ditekan satu lubang hidungnya). Bersihkan lender (ingus) yang keluar dengan tisu
  • Untuk batuk berdahak, dengan menepuk-nepuk punggung anak dapat membantu mengeluarkan dahak
  • Jangan lupa peluk anak anda sebagai bentuk kasih sayang, dukungan dan empati anda kepada anak
  • Jauhkan Anak Anda dari anak lainnya, sehingga penularan virus dapat dihambat.
Artikel Terkait : Penyakit Chikungunya, Gejala dan Cara Mengatasinya
Semoga bermanfaat…. silahkan like dan share.. follow my twitter @zaenal_zein

5 Tips Memahami dan Menangani Mimisan Pada Anak

5 Tips Memahami dan Menangani Mimisan Pada Anak
Mimisan Pada Anak
Mimisan pada anak adalah keluarnya darah dari hidung secara tiba-tiba. mimisan sering terjadi pada anak-anak dan bayi. biasanya bukan merupakan masalah yang serius. Mimisan terjadi karena ada robekan pada pembuluh-pembuluh darah kecil yang terdapat dalam lubang hidung.

Apakah Penyebab Mimisan ?

  • Trauma, anak seringkali mengorek-ngorek hidungnya dengan jarinya atau terkena lemparan bola atau benda-benda lainnya sehingga terjadi mimisan
  • Bila anak terlalu keras meniup dengan hidungnya seperti ketika pilek dan berusaha mengeluarkan ingusnya.
  • Alergi, Alergi juga dapat menyebabkan mimisan pada anak, seperti alergi bulu hewan sehingga menyebabkan iritasi pada hidung
  • Gangguan Darah, Penyakit gangguan pembekuan darah seperti hemophilia juga bisa memicu mimisan. tetapi hal ini sangat jarang terjadi

Apa Yang Perlu Dilakukan Jika Anak Mimisan?

Jangan panik, karena bila orang tua panik, anak akan menjadi lebih panik. Mimisan umumnya tidak berbahaya. Orang tua harus bersikap tenang dan lakukan beberapa langkah berikut ini :
  • Minta Anak Untuk duduk atau berdiri, jangan ditidurkan. tundukkan kepala anak ke depan agar darah dari hidung dapat mengalir keluar. Jangan menengadahkan anak karena ini dapat menyebabkan darah dalam hidung masuk ke tenggorokan atau bahkan tertelan.
  • Tekan Hidungnya dengan ibu jari dan telunjuk secara perlahan selama 10 menit, atau bila anak sudah cukup besar mintalah ia untuk melakukannya sendiri.jangan mencoba melepaskan tekanannya bahkan untuk sekadar melihat apakah mimisan sudah berhenti atau belum.
  • Setelah 10 menit lepaskan jari dan lihat apakah masih mimisan. bila masih mimisan maka ulangi langkah kedua lagi.
  • Setelah mimisan berhenti maka bersihkan daerah di sekitar hidung anak. tetapi jangan masukkan benda apapun ke dalam hidungnya, termasuk tisu. karena akan mengganggu proses pembekuan darah
  • Bila langkah-langkah tersebut sudah dilakukan tetapi mimisan belum berhenti bahkan terlihat memburuk , segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Kapan Anak Yang Terkena Mimisan dibawa Ke Dokter atau Rumah Sakit?

Segera bawa anak anda ke dokter apabila :

  • Anak mengeluarkan darah terlalu banyak waktu mimisan
  • Anak mengalami muntah atau batuk darah
  • Anak Menjadi Pucat dan lemah serta tidak memberikan respon
  • Anak Seringkali Mengalami Mimisan.

Bagaimana Cara Mencegah Mimisan?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua  untuk mencegah mimisan, seperti:

  • Bila Diperlukan Mintalah tetes hidung untuk anak yang terbuat dari cairan garam fisiologis dari dokter anak agar hidung anak tetap lembab sepanjang hari sehingga tidak mudah teriritasi.
  • Nasihati Anak Kita agar tidak mengorek-ngorek hidungnya baik dengan jari maupun benda lainnya
  • Bila Anak memiliki riwayat alergi, coba untuk tidak memelihara hewan peliharaan di rumah.
 
Semoga Bermanfaat….Bagikan kepada teman/ saudara anda siapa tahu teman /saudara anda membutuhkan informasi ini. # Indahnya Berbagi

10 Tips Memahami Gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
ADHD merupakan suatu gangguan perilaku kronis yang terjadi ketika anak-anak menunjukkan gejala hiperaktif, impulsive dan tidak dapat memusatkan perhatian. Anak dengan kondisi ADHD jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat maka akan menetap sampi dewasa. Gangguan ADHD ini akan membuat anak sulit bergaul dengan teman dan lingkungan sekitarnya. serta dapat mengganggu proses belajar si anak di sekolah. Angka Kejadiannya sekitar 8% - 10 % dari seluruh anak. kecenderungannya dominan diderita anak laki-laki. ADHD ini umumnya terdeteksi saat anak menginjak usia 4 tahun.

Gejala ADHD

Berikut ini merupakan gejala yang umum terjadi pada ADHD. antara lain :

  1.  Anak Selalu merasa gelisah dan tidak tenang
  2.  Cenderung berbicara berlebihan
  3.  Sulit menunggu giliran saat bermain
  4. Sering keluar ruangan padahal saat itu seharusnya duduk diam
  5. Sulit bermain dengan tenang
  6. Kesulitan untuk memusatkan perhatian pada sesuatu
  7. Mudah teralihkan pada hal lain ketika mengarjakan sesuatu hal
  8. Sering lupa dengan barang miliknya sendiri (tas, Mainan,dll)
  9. Sering tidak memperhatikan perkataan atau pembicaraan orang lain
  10. Berlari atau memanjat secara berlebihan.
Apabila anak mengalami satu atau dua gejala tersebut diatas selama beberapa waktu, hal itu masih dianggap normal dan tidak berarti anak tersebut menderita ADHD. Diagnosis ADHD ditegakkan setelah melalui pemeriksaan yang mendalam dari dokter.
Ada beberapa penyebab yang dicurigai sebagai penyebab ADHD pada anak yaitu :

  •  Kurangnya kadar zat kimia tertentu di dalam tubuh anak (mis Dopamin, Serotonin dan norepinefrin)
  • Faktor genetic (keturunan)

Apa Yang Harus Dilakukan jika Anak Menderita ADHD

Anak dengan ADHD biasanya akan kehilangan rasa percaya diri dan tertinggal dalam pelajaran di sekolah. Anda mungkin membutuhkan bantuan psikolog pendidikan untuk melakukan terapi pada ADHD dengan dukungan medis/dokter yang khusus spesialisasi kejiwaan/ADHD. Langkah yang paling awal adalah melakukan terapi perilaku yang melibatkan orang tua serta guru di sekolahnya. orang tua dan guru di sekolah anak diminta untuk membangun kepercayaan diri dan membangun konsentrasi anak dengan menggunakan system reward dan punishment untuk aktivitas anak sehari-hari. Pemberian oabta oleh dokter hanya diberikan untuk keadaan tertentu saja dan biasanya obat obatan tersebut akan diberikan dalam jangka waktu yang panjang/ bisa beberapa tahun
ADHD dapat disembuhkan, meskipun beberapa kasus menunjukan bahwa ADHDmenetap sampai dewasa. Dengan penanganan yang tepat, maka gejala ADHD tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Orang tua berperan penting dalam penanganan ADHD. perhatian dan kasih saying serta kesabaran orang tua akan sangat membantu perkembangan anak dengan ADHD


 


Semoga Bermanfaat….Bagikan kepada teman/kolega anda siapa tahu teman/kolega anda membutuhkan informasi ini. #Indahnya Berbagi