Blog Berisi Tentang Rumah dan Kesehatan

advertisement

Desain Rumah Limas, Karya Anak Negeri Bangka Belitung

Desain Rumah Limas, Karya Anak Negeri Bangka Belitung
Rumah Limas Bangka Belitung
Umumnya, rumah Limas Bangka Belitung terkenal dengan gaya Melayu Bangka-nya. Konon, Rumah Limas ini sudah ada sejak abad ke 15 dan pada perkembangannya mendapat banyak pengaruh dari kebudayaan dari luar negeri yaitu dari Arab, Eropa bahkan Cina. Khasnya, meski campuran dari kebudayaan Indonesia dan Luar Negeri, karakter rumah limas Bangka Belitung justru muncul menjadi karakter bangunan baru yang menarik untuk disimak.

Jika dicermati, rumah Limas Bangka Belitung masih melekat gaya arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubungan Limas dan juga rumah Melayu Bubung Panjang. Rumah Melayu Awal berupa rumah panggung dengan bahan utama kayu, rotan, bambu, daun-daun, akar pohon dan atau juga alang-alang. Rumah Melayu Awal ini menyumbang atap yang tinggi dan sedikit miring pada bangunan Rumah Limas Bangka Belitung. Selain itu, Rumah Limas juga dipercantik dengan teras yang ada di depan rumah juga jendela yang banyak. Adapun bagian dalam rumah terdiri atas rumah induk atau ibu dan juga rumah dapur.

Material Pembentuk Rumah

Umumnya rumah limas mempunyai luasan 400 sampai 1000 meter persegi atau lebih, yang didirikan diatas tiang-tiang dari kayu unglen atau ulin yang kuat dan tahan air. Interior Rumah Limas yang terdiri dari Dinding, pintu dan lantai umumnya terbuat dari kayu tembesu. Sedang untuk rangka digunakan kayu seru. Setiap rumah, terutama dinding dan pintu diberi ukiran.
Dinding Rumah Limas umumnya terbuat dari pelepah kayu, kadang juga buluh atau bambu. Uniknya, dinding ini sama sekali tidak dipercantik dengan cat dan semacamnya. Jadi, jika Anda menjumpai rumah adat Bangka Belitung terlihat lusuh, justru di situlah keunikan dari Rumah Limas

Bentuk Rumah Limas

Rumah Limas merupakan salah satu ikon dari Provinsi Bangka Belitung – Rumah Limas mempunyai struktur bangunan berbentuk rumah panggung dengan atap rumah berbentuk limas. umumnya masyarakat menyebutnya dengan Rumah Panggung Limas. Rumah Liamas panggung kentara sekali dengan budaya melayu yang merupakan ciri khas dari rumah limas. Komponen penyusun dari bangunan ini yang mendominasi terbuat dari kayu yang melambangkan kehidupan yang penuh dengan kesederhanaan. Arsitektur Rumah adat Bangka Belitung dikenal memiliki tiga (3) type yaitu Arsitektur Melayu Awal, Arsitektur Melayu Bubung Panjang dan Arsitektur Melayu Bubung Limas. Struktur bangunan Arsitektur Melayu Awal terbuat dari bahan - bahan yang didapat dari alam, yaitu bamboo, kayu, rotan, , akar pohon, daun - daun, atau alang - alang dan komponen lainnya. Rumah Limas mempunyai bangunan pondasi tiang terbuat dari yang memiliki jumlah tiang sebanyak 9 (Sembilan) tiang. Dengan tiang utama terletak di tengan - tengah bangunan. Untuk Arsitektur Melayu Bubung Panjang terdapat penambahan - penambahan pada sisi bangunan, seperti atap yang diperpanjang dan lainnya. Sedangkan Arsitektur Melayu Bubung Limas bagian atap rumah berbentuk limas karena ada pengaruh budaya dari palembang. Secara umum rumah Limas Bubung biasanya dibangun oleh masyarakat Tionghoa.

FILOSOFI
 
Bangunan Rumah Limas beratap tinggi di mana sebagian atapnya miring, memiliki teras di bagian muka rumah, serta bukaan banyak yang berfungsi sebagai sarana penghawaan dan pencahayaan rumah. Rumah Melayu awal terdiri atas rumah ibu dan rumah dapur, yang berdiri di atas tiang rumah yang ditanam dalam tanah. Berkaitan dengan tiang, masyarakat Kepulauan Bangka Belitung mengenal falsafah 9 tiang. Bangunan didirikan di atas 9 buah tiang, dengan tiang utama berada di tengah dan didirikan pertama kali. Atap ditutup dengan daun rumbia. Dindingnya biasanya dibuat dari pelepah/kulit kayu atau buluh (bambu). Rumah Melayu Bubung Panjang biasanya karena ada penambahan bangunan di sisi bangunan yang ada sebelumnya, sedangkan Bubung Limas karena pengaruh dari Palembang. Sebagian dari atap sisi bangunan dengan arsitektur ini terpancung. Selain pengaruh arsitektur Melayu ditemukan pula pengaruh arsitektur non-Melayu seperti terlihat dari bentuk Rumah Panjang yang pada umumnya didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Pengaruh non-Melayu lain datang dari arsitektur kolonial, terutama tampak pada tangga batu dengan bentuk lengkung. Rumah limas bangka belitung sekarang ini jumlahnya sangat sedikit padahal pada jaman dahulu rumah limas merupakan kebanggaan pemiliknya karena dari bentuk rumah, orang akan mengetahui  pemilik rumah tersebut. sesuai dengan namanya Rumah Limas Panggung berbentuk panggung dan atapnya berbentuk limas terbuat dari kayu yang kuat seperti kayu nyato salah satu kayu yang berkualitas di Provinsi bangka belitung.
Jika dicermati, Rumah Limas ini juga meniru sedikit rumah Melayu Bubung Panjang. Hal ini terlihat dari penambahan bangunan di sisi badan rumah utama. Penambahan sisi rumah ini konon merupakan hasil percampuran kebudayaan non-Melayu seperti Tionghoa. Adapun pengaruh penjajah negeri ini terlihat pada tangga rumah yang diletakkan pada batu dan bentuknya dibikin melengkung. Selain dipengaruhi oleh rumah Melayu Awal, rumah Bubung Limas dan rumah Bubung Panjang, konon rumah adat Bangka Belitung ini juga mengadopsi gaya rumah Rumah Rakit. Hanya saja pengaruhnya tak sekuat rumah khas Melayu lainnya.

Berkunjunglah  ke Bangka Belitung, dan sempatkan diri anda untuk melihat secara langsung rumah adat di Bangka Belitung. Selain memperkaya khazanah Keragaman Budaya Indonesia, wisata rumah adat ini juga akan menambah inspirasi untuk rumah anda.
Semoga Bermanfaat…….

Visitor