5 Tanda atau Gejala Demam Rematik Pada Anak dan Cara Menanganinya

5 Tanda atau Gejala Demam Rematik Pada Anak dan Cara Menanganinya
Alat Ekokardiografi untuk mendeteksi Penyakit Jantung Rematik
Demam rematik adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri sterptokokus grup A. meskipun tidak selalu berhubungan dengan gejala demam rematik, bakteri streptokokus grup A terdiri dari berbagai jenis dan hanya beberapa jenis saja yang dapat menyebabkan demam rematik.
Demam rematik cukup sering terjadi pada anak usia 5 – 15 tahun dengan gejala yang paling sering terlihat adalah randang sendi dan radang jantung (karditis).

Apa Tanda dan Gejala Demam Rematik Pada Anak?

Tanda dan gejala demam rematik biasanya timbul 2-6 minggu setelah infeksi tenggorokan yaitu :
1. Polyarthritis (radang yang mengenai banyak sendi) dengan nyeri yang berpindah-pindah dari sendi yang satu ke sendi lainnya. gejala ini biasanya muncul paling awal dan berlangsung selama 4 minggu.
2.   Radang pada jantung dan katupna (karditis dan valvulitis)
3.   Adanya benjolan keras yang timbul di bawah kulit
4.   Tidak bisa mengontrol gerakan tangan dan kaki
5. Kemerahan pada kulit yang tidak gatal, terutama mengenai daerah tubuh, kadang ke kaki dan tangan. tetapi tidak mengenai wajah.

Tanda dan gejala ini perlu juga dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan laboratorium seperti titer Anti Streptolisin O (ASO).

Apa komplikasi lebih lanjut dari demam rematik yang tidak diobati?

Komplikasi lebih lanjut dari demam rematik adalah penyakit jantung rematik. Hal ini biasanya terjadi sekitar 10-20 tahun sejak terkena infeksi dari streptokokus. Pada penyakit jantung rematik didapatkan kerusakan katup-katup jantung yang merupakan komplikasi serius dan mungkin memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya. untuk pencegahan penyakit jantung rematik biasanya dokter memberikan obat-obatan profilaksisyang harus diminum dalam jangka waktu lama (bisa sampai bertahun-tahun).

Bagaimana Cara Mengobati Demam Rematik?


  • Pengobatan demam rematik yang terutama adalah menggunakan obat anti radang seperti aspirin. Pemberian antibiotic untuk eradikasi kuman diberikan minimal selama 10 hari dan untuk pencegahan jangka panjang diberikan minimal selama 5 tahun.
  • Pemberian obat lainnya seperti steroid akan ditentukan berdasarkan pemeriksaan dokter. Untuk pencegahan Gagal Jantung diberikan obat-obatan diuretic dan penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) untuk mengurangi beban jantung.

Bagaimana Cara Mencegah Demam Rematik?


  • Hal yang utama yang dapat dilakukan untuk mencegah demam rematik adalah dengan cara mengenali infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptkokus grup A. Biasanya infeksi tenggorokan yang disebabkan bakteri streptokokus grup A menunjukkan gejala demam, nyeri menelan dan bengkak di sekitar leher. Bila Anak mengalami infeksi tenggorokan dan batuk yang tak kunjung sembuh dengan gejala diatas, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mengenali secarapasti penyebabnya


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share, memberi komentar dan baca artikel lainnya… terima kasih. silahkan follow twitter @zaenal_zein

6 Gejala dan Tingkatan Demam Berdarah Serta Tindakan Yang Harus Dilakukan


6 Gejala dan Tingkatan Demam Berdarah Serta Tindakan Yang Harus Dilakukan
Waspadai Demam pada Anak
Demam Berdarah merupakan salah satu penyakit infeksi terbanyak di dunia. Diperkirakan 100 juta manusia terinfeksi demam berdarah setiap tahunnya. virus dengue sendiri ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Ada 4 jenis virus dengue yang dapat menginfeksi manusia yaitu : DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Secara klinis beratnya penyakit demam berdarah ini dibagi menjadi 3 (tiga) tingkat yaitu :

  • Demam Dengue (DD)
  • Demam Berdarah Dengue (DBD)
  • Demam Shock Syndrome (DSS)

Kebanyakan anak-anak yang terkena virus dengue akan mengalami Demam Dengue, tetapi bila sudah ada tanda-tanda perdarahan disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). dan bila tidak mendapat perawatan maka menyebabkan syok maka disebut Demam Shock Syndrome(DSS).

Apa Tanda dan Gejala Demam Berdarah?

Jika hanya mengalami Demam Dengue (DD) maka gejala yang timbul :

  • Demam yang tinggi (berlangsung 5 – 7 hari)
  • Sakit Kepala
  • Nyeri Pada Belakang Mata
  • Nyeri Sendi
  • Mual, muntah dan Diare

Jika Menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) ditambah tanda yaitu :

  • Tanda perdarahan (bercak perdarahan di kulit)
  • Muntah darah
  • BAB berdarah (berwarna hitam)
  • Mimisan

Jika fase DBD tidak tertangani maka akan terjadi kebocoran plasma darah dan berkurangnya keping darah / trombosit yang dapat menyebabkan kegagalan sirkulasi darah(syok). Keadaan ini biasanya terjadi setelah demam turun. Oleh sebab itu pada keadaan demam turun harus tetap diwaspadai terjadinya syok pada pasien DBD. bila tidak tertangani dengan segera maka akan terjadi Demam Shock Syndrome (DSS) yang dapat berakibat fatal. Tanda tanda terjadi DSS yaitu :
  • Tangan dan kaki dingin
  • Tekanan darah menurun (hipotensi)
  • Penurunan kesadaran
  • Perdarahan hebat

Apa saja pemeriksaan Laboratorium yang diperlukan?

Untuk menegakkan diagnosis dan juga mengetahui perjalanan penyakit demam berdarah diperlukan pemeriksaan lab. pemeriksaan lab tersebut diantaranya :
  • Hematokrit (akan meningkat)
  • Trombosit (akan sangat menurun)
  • Leukosit (dapat menurun)
  • Tes Antigen (NS1)
  • Tes Serologi (IgM dan IgG anti bodi virus Dengue)
  • Kadang juga dilakukan foto rontgen dada dan pemeriksaan fungsi hati
Pemeriksaan Laboratorium umumnya dilakukan setelah demam hari ke-3, karena ketika itu umumnya telah terjadi perubahan / penurunan trombosit yang dapat mengarah pada demam berdarah. demam dengue atau demam berdarah mempunyai tanda yang berbeda dengan demam yang lain

Apa Yang Perlu Dilakukan Bila Anak Terkena Demam Berdarah

Apabila anak anda menunjukkan tanda dan gejala seperti diatas, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Secara umum, apabila anak terkena demam dan tidak menurun 3 hari, maka perlu diperiksa ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan demam berdarah.
Prinsip utama penanganan demam berdarah adalah mengganti cairan yang hilang dari pembuluh darah dan mencegah terjadinya syok.



Semoga Bermanfaat…Bagikan kepada teman/kolega anda siapa tahu teman / kolega anda membutuhkan informasi ini. # Indahnya Berbagi

4 Penyebab Biduran atau Urtikaria dan Tips Cara Menanganinya

4 Penyebab Biduran atau Urtikaria dan Tips Cara Menanganinya
Timbul Bentol-bentol pada Biduran

Biduran dalam bahasa medisnya adalah urtikaria merupakan bentuk respon tubuh terutama kulit, terhadap alergen tertentu. Biduran sering terjadi baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa. sekitar 25% manusia pernah mengalami biduran sepanjang hidupnya terutama yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarganya. Pada anak angka kejadian biduran diperkirakan sekitar 2%-3%. Zat dalam tubuh yang berperan dalam timbulnya biduran adalah histamine. Biduran jarang berbahaya dan umumnya dapat diatasi dengan pemberian obat dan menghindari factor pemicunya.

Apakah Penyebab Biduran atau Urtikaria?

Biduran merupakan respon tubuh yang mengaktivasi system imun, terutama di kulit apabila tubuh bereaksi terhadap factor-faktor pemicu tertentu. Histamin dikeluarkan dan dihasilkan oleh sel mast yang bereaksi karena factor-faktor pemicu. factor pemicu atau penyebab biduran ada 4 (empat) yaitu :
1.    Tergigit oleh serangga atau binatang seperti laba-laba, ubur-ubur, kaljengking, lebah
2.    Memakan obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, kodein,antibiotik misal golongan penicillin
3.   Makanan tertentu seperti kacang, telur,susu, udang, kerang, ikan, gandum, sroberi atau tomat
4.    Infeksi seperti virus, bakteri atau parasit

Apa Tanda dan Gejala Biduran Pada Anak?


  • Tanda dan gejala biduran sangat bervariasi dan dapat mengenai sebagian atau seluruh tubuh. Biduran yang timbul di kulit akan terasa gatal dengan area kemerahan, kadang putih ditengahnya serta terlihat lebih menonjol dibandingkan kulit sekitarnya yang sehat. biduran kadang kala besar, kadangkala hanya kecil saja.
  • Biduran bisa bertahan beberapa hari, kadang-kadang bisa beberapa minggu. Biduran dianggap kronis jika berlangsung dan menetap selama lebih dari 6 minggu. Segera bawa anak anda ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan juga mendapat terapi yang tepat.

Tips Yang Dilakukan Apabila Anak terkena Biduran?

1.   Cobalah untuk mencari penyebabnya dan menghindarinya. ini merupakan langkah yang paling penting. karena selain untuk mneobati juga berguna untuk mencegah timbulnya biduran di kemudian hari.
2. Berikan kompres hangat pada anak dengan menggunakan handuk untuk mengurangi gatalnya.
3.   Berikan Obat Anti Alergi (anti histamine) yang dijual bebas di apotek. Obat anti alergi seperti Klorfeniramin maleat (CTM) dan difenhidramin dapat dibeli di apotek
4.    Konsultasikan dengan dokter jika anda masih ragu memberikan obat anti alergi pada anak.

Apakah Biduran dapat Menjadi Berbahaya?

Ya, meskipun sangat jarang terjadi. Biduran menjadi berbahaya jika terjadi reaksi alergi yang hebat di dalam tubuh yang disebut Anafilaksis. Biduran karena mengkonsumsi telur, susu atau obat-obat tertentu disinyalir menjadi penyebab terjadinya Anafilaksis. Pengobatan kejadian Anafilaksis adalah dengan pemberian obat-obatan anti syok seperti epinefrin dan antihistamin dan bila perlu diberi cairan melalui infuse. kemudian dilakukan pemantauanterhadap kestabilan anak.
Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share dan baca artikel lainnya… terima kasih

5 Ciri Anak Menderita Penyakit Hepatitis C dan Cara Menanggulanginya

5 Ciri Anak Menderita Penyakit Hepatitis C dan Cara Menanggulanginya
Hepatitis C probabilitas ke Sirosis Hati

Hepatitis C merupakan penyakit infeksi yang menyerang hati. Dahulu dikatakan hepatitis C karena non Hepatitis A dan Non Hepatitis B. Namun sekarang sudah diketahui penyebabnya secara pasti. Hepatitis C disebabkan oleh flavivirus dan merupakan salah satu penyakit kronik hati yang paling banyak diderita di dunia. Penularan Hepatitis C adalah melalui darah. biasanya paling sering terjadi melalui transfusi darah, hubungan seksual, penggunaan jarum suntik pada narkoba, dan penularan dari ibu ke bayinya.

Apa Tanda dan Gejala anak menderita Hepatitis C?

Setelah anak terpapar virus hepatitis C biasanya anak tidak menunjukkan gejala apapun. pada fase akut bisa juga menimbulkan gejala infeksi ringan seperti :
1.    Demam
2.    Mual dan Muntah
3.    Kehilangan nafsu makan
4.    Letih Lesu
5.    Berat Badan Turun
Sekitar 60%-80% dari anak yang terinfeksi hepatitis C akan mengalami hepatitis kronis. Kronis menandakan bahwa penyakit bertahan seumur hidup.

Bagaimana Penularan Hepatitis C dari Ibu kepada Bayinya?

Hepatitis C diketahui dapat menular secara vertical dari ibu ke anaknya, yaitu ketika anaknya dilahirkan. Selain itu dahulu dikatakan bahwa ibu yang terinfeksi Hepatitis C apabila menyusui anaknya maka anaknya tertular. padahal menurut penelitian tidak benar penukaran Hepatitis C melalui ASI (Air Susu Ibu). sedangkan Hepatitis A penularannya dari makanan dan lingkungan yang kurang bersih

Bagaimana Cara Dokter mendiagnosis Hepatitis C pada anak?

Hepatitis C pada anak didagnosis oleh dokter berdasarkan gejala yang ada pada anak dan dibantu dengan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah dan kultur jaringan. Pemeriksaan darah sangat penting karena dapat memastikan diagnosis.
Pada beberapa keadaan kadang diperlukan biopsy hati, yaitu mengambil sampel dari hatinya untuk diolah di perpustakaan

Bagaimana Cara Mengobati Hepatitis C

Setelah dokter memastikan  diagnosis tehadap anaknya menderita Hepatitis C maka dokter akan memberikan obat-obat yang dapat mengontrol virus dan  menurunkan Gejala Hepatitis C.
Pengobatan dilakukan dengan menggunakan interferon dan ribavirin yang memberikan respon yang cukup baik untuk anak-anak. Sayangnya sampai dengan saat ini belum ada vaksin Hepatitis C. Hepatitis C dapat disembuhkan, tetapi sekitar 30%-50% penderita tidak sembuh dengan pengobatan yang ada sekarang.


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share dan baca artikel lainnya… terima kasih

4 Tips Pencegahan Hepatitis B dan Terapi Pengobatannya

4 Tips Pencegahan Hepatitis B dan Terapi Pengobatannya
Bentuk Vaksinasi Hepatitis B

Hepatitis B adalah nama virus yang menginfeksi hati. virus ini diperkirakan menginfeksi 400 juta orang di seluruh dunia. Virus Hepatitis B merupakan salah satu penyebab hepatitis kronis dan kanker hati. Virus ini menyebabkan kematian kuranglebih juta orang / tahun. Pencegahannya melalui vaksinasi dan pengobatannya melalui terapi.

Apa Gejala dan Tanda Anak Terinfeksi Hepatitis B?

Bayi dan anak yang terinfeksi hepatitis B umumnya tidak menimbulkan gejala apapun sehingga sulit diketahui kecuali dengan pemeriksaan darah. Walaupun tidak bergejala, infeksi pada bayi dan anak-anak dapat berkembang menjadi infeksi hati kronis. Semakin mudausiaanak yang terkena infeksi semakin tinggi kemungkinannya menjadi kronis. Bayi baru lahir yang terinfeksi memiliki kemungkinan mengalami hepatitis kronis hingga 90%-95%. Bayi mengalami penyakit Hepatitis B biasanya dari ibunya. Pada anak yang sudah remaja, gejala hepatitis dapat berupa mual,muntah, badan terasa lemas, demam dan kulit serta mata terlihat kuning.

Bagaimana Mengetahui Anak Terinfeksi Hepatitis B?

Bila ada gejala diatas, periksakan nak anda ke dokter. Bayi atau anak yang anggota keluarganya terinfeksi hepatitis B perlu menjalani pemeriksaan darah (minimal HBsAg) untuk memastikan adanya infeksi. Hepatitis B pada bayi dan anak umumnya terjadi akibat penularan dari ibu ke bayi terutama saat melahirkan. Penularan Hepatitis B antar anggota keluarga kadang-kadang juga dilaporkan.

Bagaimana Infeksi Hepatitis B dapat dicegah?

Di Indonesia sudah tersedia vaksinasi yang sangat efektif mencegah Hepatitis B. sebaiknya setelah lahir bayi langsung diberikan vaksinasi Hepatitis B, agar transmisi dari ibu ke bayi dapat dihambat. Jika ibu hamil diketahui menderita hepatitis B (HBsAg positif), bayisebaiknya bila memungkinkan diberikan immunoglobulin hepatitis B serta vaksin Hepatitis B sebelum usia bayi 12 jam. vaksinasi bayi perlu dilanjutkan pada usia 1 bulan dan pada usia 6 bulan.

Apakah Hepatitis B pada anak dapat diobati?

Tidak semua anak dengan infeksi hepatitis B ideal diterapi. Pengobatan untuk hepatitis B yang ada saat ini hanya menunjukkan hasil yang cukup baik pada keadaan anak dengan respon imun yang baik. Apabila dijumpai keadaan ini barulah infeksi hepatitis B diterapi. Pada sebagian besaranak yang diperlukan adalah pemantauan agar dapat diketahui saat tepat untuk terapi dan kemungkinan terjadi keadaan yang lebih lanjut.

Tips Pencegahan Hepatitis B

Hepatitis B memang agak sulit untuk dilakukan pengobatan probablitasnya 10% sembuh dan sekitar 90%menjadi kronis. tetapi pencegahan dapat dilakukan sangat efektif dengan vaksin Hepatitis B. berikut 4 (empat) tips pencegahannya :
1.    Saat hamil, ibu sebaiknya diperiksa HBsAgnya apakah positif atau negative
2.    Bila ibu hamil HBsAg nya positif beritahukan kepada dokter yang menangani kehamilannya agar dapat dilakukan tindakan yang diperlukan
3.   Anak dari ibu HBsAg positif dilakukan pemantauan setelah umur 9 – 12 bulan (Setelah imunisasi lengkap) tentang HBSag nya dan anti H-Bs nya
4.    Pastikan bayi mendapatkan vaksinasi Hepatitis B sejak dini segera setelah lahir.


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share dan baca artikel lainnya… terima kasih

6 Tanda Atau Gejala Penyakit Hepatitis A dan Cara Mengatasinya

6 Tanda Atau Gejala Penyakit Hepatitis A dan Cara Mengatasinya
Biasakan Cuci Tangan Sebelum Makan Untuk Pencegahan Hepatitis A


Hepatitis A adalah suatu penyakit infeksi virus yang terjadi di hati. Ada berbagai jenis hepatitis yaitu hepatitis A, B,C,D,E,. Huruf A itu sendiri menandakan jenis virusnya (picornavirus). Hepatitis merupakan penyakit global dengan penularan antar manusia yang sangat mudah terjadi, yaitu melalui tinja atau makanan yang terkontaminasi oleh virus tersebut. Di seluruh dunia diperkirakan terjadi infeksi hepatitis A sebanyak 1,4 juta setiap tahunnya. Di Negara berkembang seperti Indonesia, angka kejadiannya masih tergolong tinggi karena buruknya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Hepatitis A merupakan penyakit akut yang dapat sembuh sendiri dan biasanya tidak berbahaya apabila terjadi pada masa kanak-kanak.kadang kala hepatitis A dapat menyebabkan gagal hati (hepatitis fulminan) Bahkan bisa berujung kematian.

Apa sumber Penularan Virus Hepatitis A?

Sumber penularan hepatitis A biasanya adalah melalui makanan dan kontak langsung dengan penderita. Penularan sering terjadi pada lingkungan yang tidak bersih dan sehat. Mengkonsumsi hasil laut (seperti kerang,tiram) yang tidak matang juga dapat mengakibatkan infeksi hepatitis A. Penularan melalui transfusi darah atau transfusi komponen darah lainnya juga dapat juga terjadi, tetapi sangat jarang.

Bagaimana Sifat Virus Hepatitis A?

Jenis virus hepatitis A mempunyai sifat berikut ini :
  • Virus Hepatitis A menular melalui makanan yang tercemar.
  • Tidak tahan panas (mati dalam pemanasan 85ºC dalam interval 1 menit)
  • Tahan Dingin (pembekuan tidak membunuh virus)
  • Tahan terhadap Asam
  • Tahan Terdapat Detergen

Apa Tanda dan Gejala Apabila Anak Terkena Hepatitis A?

Pada bayi dan anak yang masih kecil biasanya Hepatitis A tidak menunjukkan gejala apapun. Pada anak yang lebih besar, remaja, atau dewasa biasanya baru menunjukkan gejala yang bervariasi yaitu :
1.    Demam
2.    Lemas
3.    Mual dan Muntah
4.    Kehilangan Nafsu makan
5.    Rasa Nyeri di Daerah perut sebelah kanan atas
6.    Urin berwarna kuning tua sepeti the
Jika muncul gejala-gejala tersebut maka segera bawalah anak anda ke dokter atau rumah sakit setempat.

Bagaimana Cara dokter mendiagnosis infeksi Hepatitis A pada anak?

Terlebih dahulu dokter menanyakan riwayat perjalanan penyakit, tanda dan gejala serta melakukan pemeriksaan fisik. untuk lebih memastikan diagnosis, dokter akan meminta dilakukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti Tes SGOT/AST, SGPT/ALT, serum bilirubin, albumin dan waktu protombin. Dengan pemeriksaan darah (IgM anti-HAV) maka dokter akan lebih dapat lebih presisi dalam mendiagnosis penyakit Hepatitis A

Apa Yang perlu dilakukan apabila anak terkena Hepatitis A?

Bila Dokter sudah memastikan anak terkena Hepatitis A, orang tua tidak perlu panic. Hepatitis A umumnya bukan meupakan penyakit yang berbahaya bagi anak-anak. Perawatan anak dengan kondisi Hepatitis A cukup perawatan suportif saja seperti pemberian obat demam, makanan yang sehat,minuman dan istirahat yang cukup. Umumnya dengan melakukanhal-hal tersebut sudah dapat menyembuhkan penyakit Hepatitis A.

Adakah Cara Pencegahan Penyakit Hepatitis A?

Hepatitis A dapat dicegah. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah agar anak tidak terkena infeksi Hepatitis A yaitu:
  • Pemberian vaksin hepatitis A dimulai pada usia 2 tahun. vaksin diberikan 2 kali dengan jarak antara 6 – 18 bulan
  • Mencuci tangan anak sebelum makan dapat mencegah penularan Hepatitis A.
  • Penyajian makanan yang bersih sangat penting dalam mencegah infeksi hepatitis A. Ajarkan anak untuk menjauh dari teman atau orang dewasa yang sedang menderita Hepatitis A, karena penyakit ini mudah menular.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share dan baca artikel lainnya… terima kasih

4 Tanda dan Gejala Campak Jerman Serta Cara Menanganinya

4 Tanda dan Gejala Campak Jerman Serta Cara Menanganinya
Cegah Campak Jerman Dengan Vaksin MMR


Campak Jerman atau Rubella adalah suatu penyakit infeksi ringan yang disebabkan oleh virus rubella. nama jerman diambil karena lebih pada bahasa yaitu “Germain” yang artinya menyerupai. Memang Campak Jerman ini memiliki gejala dan tanda yang hampir serupa dengan campak biasa, tetapi lebih ringan gejalanya.
Penyakit Campak Jerman ini mudah menular yaitu melalui air liur, kontak kulit, serta droplet yang keluar pada saat penderita penyakit ini batuk atau bersin. Penyakit ini sudah muncul sejak 200 tahun silam dan sempat menimbulkan epidemic di dunia. sekarang ini penyakit ini sudah hampir tidak pernah ditemukan lagi sejak ditemukannya vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella).

Apakah Tanda dan Gejala Penyakit Campak Jerman

berikut ini gejala-gejala yang timbul :
1.    Demam yang tidak terlalu tinggi dan cepat hilang (biasanya 1 hari)
2.    Pembengkakan kelenjar di belakang telinga
3.    Timbul kemerahan (ruam) yang dimulai di wajah lalu menyebar ke badan dan seluruh lengan dan tungkai. timbul bercak-bercak yang tidak gatal dan akan menghilang dalam waktu 3 (tiga) hari tanpa meninggalkan bekas parut
4.    Terkadang disertai dngan nyeri tenggorokan

Apakah Ada Akibat Serius Yang Ditimbulkan oleh Campak Jerman?

Penyakit Campak Jerman merupakan penyakit infeksi ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Komplikasi yang mungkin terjadi adalah ensefalitis (radang otak) yang bisa diderita oleh 1 diantara 10.000 penderita campak jerman. komplikasinya dapat berupa radang sendi tetapi sangat jarang terjadi pada anak-anak.
Akibat paling serius dari campak jerman sebenarnya bukan pada ana-abak tetapi lebih kepada ibu hamil.

Bagaimana Cara Menangani Campak Jerman?

Campak jerman pada anak-anak jarang menimbulkan akibat yang serius. perwatan umumnya kanya bersifat suportif dan simtomatik saja seperti pemberian vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh, pemberian makanan yang sehat dan bergizi tinggi dan pemberian obat-obatan penurun panas (seperti sirup parasetamol) apabila anak demam

Bagaimana Cara Mencegah Campak Jerman?

Sekarang ini sudah tersedia imunisasi untuk campak jerman yaitu vaksin MMR (Mumps, Measles dan Rubella). Vaksin ini sudah tersedia di Indonesia cukup lama. Vaksin MMR diberikan 2 kali untuk anak yaitu saat usia 15 bulan dan saat usia anak 4 – 6 tahun. vaksin MMR bisa memberlikan perlindungan sampai 99% terhadap campak jerman.


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share dan baca artikel lainnya… terima kasih. follow my twitter @zaenal_zein

5 Tips Meningkatkan Kualitas Tidur Anda

5 Tips Meningkatkan Kualitas Tidur Anda
Suasana Kamar Tidur Yang Nyaman

Tidur adalah kondisi istirahat yang paling baik untuk mengembalikan stamina yang terkuras setelah seharian beraktivitas. Jika tidur kita nyenyak maka tubuh yang lelah pun akan kembali segar dan suasana hati lebih baik. 

Kualitas tidur yang baik adalah kondisi tidur tidak kurang dari 7 – 8 jam pada waktu malam hari. oleh sebab itu sebisa mungkin kita harus memenuhi kebutuhan jam tidur tersebut setiap harinya agar badan selalu segar dan prima.

Tak hanya waktu tidur saja yang harus dipenuhi, untuk mendukung kualitas tidur kita maka factor kenyamanan kamar tidur juga perlu diperhatikan. berikut ini 5 tips untuk membuat kamar tidur menjadi nyaman.

1.    Pemilihan Warna Cat Yang Pas


  • Warna pada kamar tidur memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas tidur seseorang. Dilansir dari laman Travelodge.com kamar yang menggunakan cat warna biru ternyata bisa membuat kualitas tidur seseorang menjadi lebih baik. ini dikarenakan warna biru memiliki sifat yang menenangkan yang bisa menimbulkan rasa rileks pada peghuni kamar tidur.
  • Selain warna biru, warna lain yang bisa menjadi pilihan di aplikasikan di kamartidur adalah warna hijau.warna hijau akan memberikan perasaan santai dan semangat. warna hijau akan membawa kesegaran sehingga mata menjadi lebih rileks dan tidurpun akan menjadi lebih nyenyak.

2.    Pemilihan Bantal Yang Sesuai


  • Elemen utama dari sebuah kamar tidur adalah kasur dan bantal. pemilihan kedua benda ini sangat penting jika ingin memperbaiki kualitas tidur. untuk bantal pilihlah bantal dengan isian yang pas. terdapat berbagai bahan jenis isian seperti bantal isi busa, bulu, kapas, wol, hingga bahan sintetis.
  • Bantal busa cocok untuk menghindari pegal pada leher dan bantal berisi bulu yang dikenal nyaman karena lebih hangat. oleh sebab itu, bantal bulu disukai di Negara-negara bersuhu dingin seperti Amerika dan Eropa.
  • Bantal berisi kapas tau wol merupakan bantal yang terbuat dari bahan hyppoalergenic alami yang aman untuk kulit sensitive. pilihan lainnya adalah bantal isian sintetis yang terbuat dari bahan polyester. Bahan ini biasa dibuat sedemikian rupa sehingga bantal menjadi lembut dan sangat nyaman untuk tidur
  • Melakukan perawatan pada bantal juga penting. Pastikan kebersihan bantal serta ganti bantalminimal 2 (dua) tahun sekali, karena bantal bisa menjadi sarang debu, tungau, jamur hingga sel-sel kulit mati.

3.    Setting Lampu Yang Tepat


  • Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa tidur dengan mematikan lampu lebih baik daripada tidur dengan lampu menyala. hal ini disebabkan selama lampu menyala maka produksi hormone melatonin akan terhambat. padahal hormon ini sangat penting dalam mengatur siklus tidur seseorang. Jika hormon melatonin terhambat maka system tubuh akan terus bekerja. padahal, tubuh seharusnya mendapatkan jam istirahat paling tidak sepertiga waktu dalam satu hari

4.    Setting Suhu Ruangan yang Pas


  • Suhu udara menjadi bagian penting lainnya . jika kamar tidur menggunakan pendingin udara maka suhu terbaik untuk tidur antara 20ºC -21ºC. Meski begitu, bukan berarti kamar yang menggunakan pendingin udara lebih baik disbanding kamar yang tidak menggunakan pendingin udara AC.
  • Sirkulasi udara penting, kamar yang terpasang AC harus mendapatkan pertuakaran udara yang baik dengan membuka jendela saat siang hari.

5.    Memindah Barang elektronik Yang Ada Di Kamar Tidur

  • Dilansir dari laman Washington Post.com, Barang elektronik bisa mempengaruhi kualitas tidur akibat sinar yang dipancarkan layar barang elektroni terutama gadget. Sinar dari layar tersebut memiliki spectrum berwarna-warni, yang berbahaya dan bisa mengganggu tidur anda. Sebaiknya, jauhkan gadget dan alat elektronik lainnya agar tidur lebih nyenyak dan tubuh kembali bugar keesokan harinya.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share, memberi komentar dan baca artikel lainnya… terima kasih. silahkan follow twitter @zaenal_zein