6 Gejala Alergi Makanan Dan Cara Mengatasinya

6 Gejala Alergi Makanan Dan Cara Mengatasinya
Makanan Pemicu Alergi makanan (susu, telur dan kacang-kacangan)

Alergi makanan merupakan masalah yang terkadang terjadi pada bayi dan anak-anak. alergi makanan biasanya terjadi pada saat bayi berusia 1-2 tahun dan umumnya akan menurunpada saat anak berusia 5 tahun keatas karena perkembangan system imun yang sudah baik. beberapa anak memang memiliki kecenderungan untuk memiliki alergi oleh karena adanya riwayat alergi dalam keluarga

Makanan Apa Saja Yang Menjadi Pemicu Alergi Pada Anak?

Beberapa makanan yang sering menyebabkan alergi makanan pada anak adalah susu sapi dan produk turunannya, gandum, kacang-kacangan dan putih telur. Terkadang seafood seperti ikan, udang atau lobster juga dapat menyebabkan alergi tetapi probabilitasnya kecil. Pada umumnya sekitar 80%-90% kasus alergi makanan pada anak akan menghilang dengan sendirinya pada saat anak berumur 5 tahun keatas.

Apa Tanda dan Gejala Anak Terpapar Alergi Makanan?

Ada beberapa tanda dan gejala yang muncul apabila anak alergi terhadap makanan tertentu. tanda dan gejalanya terbai 2 (dua) yaitu tanda yang timbul pada saluran pencernaan dan tanda yang timbul pada kulit anak. Tanda dan gejala tersebut timbul setelah anak memakan makanan tertentu.

Tanda dan Gejala pada Saluran Pencernaan


  • Diare
  • Muntah 
  •  Mual
  • Sakit Perut
  •  Anak Terlihat Pucat
  • Kehilangan atau Penurunan Kesadaran

Tanda dan Gejala pada Kulit


  • Muncul kemerahan di kulit seperti gigitan nyamuk
  • Gatal-gatal pada kulit
  •  Wajah yang bengkak
  • Telinga berair
  • Hidung meler, Mata Berair
  • Kesulitan Bernapas
  • Kesulitan Tidur


Bagaimana Cara Mengetahui Pemicu Alergi Makanan pada Anak?

cara mengetahuinya gampang-gampang susah. berikut ada beberapa cara yang dapat anda lakukan yaitu :

  • Pertama, dengan cara coba-coba (trial and error). coba perhatikan diet makanan pada anak apakah mengandung makanan yang sering menimbulkan alergi seperti kacang-kacangan, susu, produk susu, atau putih telur. Apabila setelah memakan makanan-makanan tersebut muncul gejala alergi, artinya mungkin anak alergi terhadap makanan tersebut. Bila konsumsi makanan yang dicurigai dihentikan maka gejala juga akan berangsur hilang.
  • Kedua, melakukan tes alergi. bawalah anak ke dokter atau ke laboratorium untuk menjalani tes alergi

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengobati Alergi Makanan Pada Anak?

Ada pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. apabila anda mencurigai salah satu makanan sebagai penyebab alergi maka cobalah untuk tidak memberikan makanan tersebut pada anak. apabila dalam keluarga memang sudah mempunyai riwayat asma, maka sebaiknya anda menghindari pemberian makanan yang paling sering menyebabkan alergi seperti telur, kacang-kacangan, seafood dan susu sapi.
Dan apabila alergi sudah terjadi , bawalah anak ke dokter. dokter akan memeriksa menentukan jenis alerginya kemudian memberikan obat anti alergi yang sesuai dengan anak anda.

Kesimpulan


  • Alergi Makanan cukup sering terjadi pada anak usia 1-2 tahun
  • Makanan yang sering menimbulkan alergi pada anak : susu sapi dan produk turunannya, telur, kacang-kacangan serta seafood
  •  Penghindaran terhadap makanan pencetus alergi merupakan langkah terpenting untuk mencegah dan mengurangi reaksi alergi yang terjadi
  • Pada umumnya alergi makanan akan menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia diatas 5 tahun


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan like, share dan baca artikel lainnya… terima kasih

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »