6 Hal Yang Harus Diperiksa Sebelum Serah Terima Rumah

6 Hal Yang Harus Diperiksa Sebelum Serah Terima Rumah
Salah Satu Ruangan Rumah

Proses serah terima unit rumah oleh pengembang kepada pemilik rumah adalah momen yang ditunggu-tunggu. karena sangat gembira, salah satu hal yang sering dilupakan oleh pemilik rumah adalah hak atas garansi kerusakan yang diberikan oleh pengembang. Perihal hak-hak ini umumnya tercantum pada perjanjian jual beli property yang telah ditanda tangani oleh pemilik rumah dan pengembang. Periode garansi kerusakan yang diberikan pengembang umumnya berbeda-beda . ada yang memberikan garansi kerusakan selama 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan.
Ada beberapa factor yang biasanya membuat pemilik rumah melupakan hak yang satu ini mulai dari kurang memahami masalah konstruksi bangunan, merasa tidak enak atau tidak memahami betul hak yang dimilikinya atau pemilik rumah ingin cepat-cepat menempati rumahnya. Padahal, dengan memeriksa dan segera memperbaiki kerusakan yang ditemukan.
Untuk membantu anda memanfaatkan hak garansi kerusakan dengan sebaik-baiknya. ada 6 hal yang harus anda periksa dengan cermat sebelum melakukan serah terima rumah.

Pemeriksaan Pada Dinding


  • Retak rambut karena pengecatan pondasi atau pekerjaan acian yang tidak sempurna. meski terlihat sepele, jika diabaikan akan memperparah keadaan dinding dan merusak estetika rumah. lakukan pemeriksaan setiap sisi dinding rumah anda dan laporkan jika ditemukan beberapa masalah dinding seperti rek rambut, jejak rembesan air, gompal dan permukaan bergelombang.

Pemeriksaan Atap


  • Atap bocor adalah salah satu masalah terbesar rumah. lakukan tes dengan mengalirkan air dalam jumlah banyak jika tidak sedang musim hujan. jika ada rembesa air pada plafon,berarti ada kebocoran pada atap. lakukan perhatian ekstra pada kualitas atap rumah anda untuk menghindari kerugian di kemudian hari.

Pemeriksaan Pada Lantai


  • Lakukan complain jika ditemukan masalah seperti pemasangan keramik tidak rata, keramik gompal, nat kotor dan tidak rapi. untuk lantai yang banyak terkena air atau area ramp (membentuk kemiringan) seperti kamar mandi, teras, area cuci, periksalah dengan cara mengalirkan air dalam jumlah banyak. mintalah perbaikan jika air tidak mengalir atau malah menggenang.

Pemeriksaan Fitting dan Finishing


  • Perhatikan kualitas sambungan, seperti sambungan kusen ke dinding, sanitary fitting, plint dinding dan lainnya. Anda dapat mengajukan complain jika ditemukan pekerjaan yang kurang rapid an cacat. atau jika ditemukan finishing yang kurang baik. misalnya cat dinding kotor, belang atau rusak.

Pemeriksaan Instalasi Listrik


  • Bawalah peralatan sederhana seperti tepen untuk memeriksa stop kontak dan bohlam lampu untuk mengetes fitting/rumah lampu. anda dapat mengajukan complain jika pengerjaan stop kontak dan fitting tidak rapi, miring atau terdapat kecacatan pengerjaan.

Pemeriksaan Instalasi Air

  • Bukalah semua saluran air selama beberapa saat untuk melihat kualitas dan kelancaran airnya. segera ajukan complain jika kualitas air buruk, air tidak mengalir dengan lancer atau ditemukan kebocoran.

6 Tips Yang Harus Dilakukan Untuk Dokumentasi Pemeriksaan Rumah

  1. Persiapkan list kerusakan untuk mencatat semua hal yang perlu diperiksa agar tidak ada yang terlewat
  2. Tandai semua kerusakan di lapangan dengan selotip atau kertas berwarna
  3. Foto semua kerusakan yang anda complain sebagi bukti
  4. Tunjukkan bukti fisik semua kerusakan yang anda temukan kepada petugas di lapangan
  5. Mintalah tanda tangan dan jadwal kapan diselesaikan complain yang anda ajukan dan buatlah salinan sebagai pegangan anda
  6. Ingatlah anda dapat melakukan complain ulang jika masih ditemukan kerusakan lain atau pekerjaan perbaikan tidak memuaskan selama masa garansi masih berjalan

Semoga BermanfaatBagikan Kepada teman/kolega anda siapa tahu teman atau kolega anda membutuhkan informasi ini. #Indahnya Berbagi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 komentar

komentar