6 Tips Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Khusus Pekerja Informal

6 Tips Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Khusus Pekerja Informal
Rumah KPR Idaman

Sekarang ini semua lapisan masyarakat sudah bisa mengakses pembiayaan pemilikan rumah (KPR) baik itu pekerja formal (pegawai tetap) atau pekerja informal (Pekerja lepas). Dahulu status pekerjaan tidak tetap membuat pekerja informal mengalami kesulitan untuk mengakses Pembiayaan KPR dari perbankan. hal itu dikarenakan karena bank mengedepankan prinsip kehati-hatian. Tetapi saat ini ada perbankan yang membuka fasilitas KPR kepada golongan pekerja informal.  berikut kita bahas apa saja persyaratannya sehingga pengajuan KPR dapat disetujui oleh pihak perbankan .

Syarat-syaratnya


  • Syarat-syaratnya menyerahkan legalitas individu (KTP,KK, Surat Nikah jika sudah menikah), Rekening Tabungan selama 3 (tiga) bulan untuk mengetahui perkiraan pendapatan pekerja informal selama 3 bulan terakhir. sehingga pihak bank mengetahui apakah pekerja informal tersebut dapat diberikan KPR atau tidak.

Pertimbangan Pendukung


  • Selain syarat diatas, khusus pekerja informal, bank juga menghitung penghasilan suami/istri dari pemohon KPR. artinya pihak bank ingin mengetahui secara total penghasilan keluarga pekerja informal sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan persetujuan KPR. Pertimbangan lainnya adalah pengecekan data ke SID Bank Indonesia untuk mengatahui riwayat pinjaman pekerja informal, baik yang sudah lunas maupun yang sedang berjalan.

Kiat-kiat atau tips Agar KPR Pekerja Informal disetujui Oleh Bank


  1.  Pastikan harga rumah yang diinginkan disesuaikan dengan kemampuan, artinya apabila pendapatan per bulan kurang dari Rp. 4 juta sebaiknya memilih KPR untuk rumah yang disubsidi oleh pemerintah.
  2. Pastikan anda tidak memiliki tanggungan angsuran bank/ leasing, artinya semakin sedikit hutang yang kita nikmati maka semakin bayar kemampuan bayar kita terhadap KPR
  3. Masukkan juga Pendapatan Suami/Istri, yaitu menggabungkan penghasilan berdua jadi dapat diketahui total kemampuan bayar keluarga pekerja informal
  4. Pastikan tentang Angsuran Pinjaman, artinya nantinya total kewajiban terhadap angsuran bank sebaiknya tidak lebih dari 60% dari total penghasilan yang diterima
  5. Carilah Perbankan yang mempunyai kerjasama dengan area rumah yang akan anda beli, karena biasanya banyak kemudahan yang ditawarkan
  6. Pastikan setelah dikurangi angsuran KPR, total penghasilan pekerja informal masih dapat hidup layak sampai dengan kredit lunas


Semoga bermanfaat…. silahkan like dan share.. follow my twitter @zaenal_zein

Bagikan Ke

Related Posts

Previous
Next Post »