3 Fase Pertusis dan Cara Pencegahannya

3 Fase Pertusis dan Cara Pencegahannya
Batuk Pertusis juga bisa menyerang anak-anak

Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh toksin bakteri gram negative Bordatella Pertusiss. Pertusis sudah sejak lama ditemukan. dan pada tahun 1640 pertama kali mewabah. Pertusis ini dinamakan oleh seorang dokter yang bernama Thomas Sydenham yang artinya batuk hebat. Memang cirri khas pertusis adalah batuk yang dangat hebat dan tidak berhenti serta diakhiri dengan bunyi whoop setiap kali periode batuk. Pertusis mudah menular melalui droplet yang dikeluarkan ketika penderita batuk atau bersin. Penyakit ini sekarang sudah sangat berkurang sejak ditemukannya vaksin Bordatella Pertusiss.

Apa Tanda, Fase dan Gejala Pertusis

Masa inkubasi pertusis adalah sekitar 7-10 hari. itu artinya bakteri membutuhkan 7-10 hari untuk berkembang biak di dalam tubuh dan menimbulkan gejala. Perjalanan penyakit pertusis ini dibagi menjadi 3 (tiga) fase yaitu :

1.   Fase Prodomial

Pada fase ini, anak biasanya menunjukkan gejala sperti batuk pilek biasa, demam yang tidak terlalu tinggi, ingusan badan terasa lemas. Fase ini berlangsung sekitar 1 -3 minggu

2.   Fase Paroksismal

Fase ini ditandai dengan periode batuk  yang sangat hebat. setiap satu periode batuk yang ditandai dengan batuk yang terus menerus tanpa jeda dan diakhiri dengan bunyi whoop karena anak berusaha menarik nafas. Anak bisa batuk dapat sampai termuntah-muntah dan kadang terlihat biru (sianosis) dalam usahanya untuk menarik nafas. fase ini berlangsung selama 6 -10 minggu.

3.   Fase Konvaselen

Ini merupakan fase penyembuhan yaitu period batuk menjadi lebih jarang dan akhirnya hilang. fase ini berlangsung sekitar 2 – 3 minggu

Apa Komplikasi Dari Pertusis?

Komplikasi pertusis terutama terjadi karena batuk ayang sangat hebat (fase paroksismal). Komplikasi sering terjadi pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Komplikasi tersebut diantara adalah :

  • Radang Paru-paru (pneumonia)
  • Tulang Iga Patah karena batuk yang berlebihan
  • Perdarahan, dapat terjadi di mata dan lapisan otak
  • Hernia inguinalias (hernia lipat paha)
  • Kejang

Apakah Anak Pertusis perlu dirawat di rumah sakit?


  • Anak dibawah 6 bulan yang terkena pertusis umumnya perlu dirawat di rumah sakit, karena biasanya disertai dengan kesulitan makan dan bernafas. Pada anak lebih besar masih dapat dirawat di rumah setelah dokter memberikan pengobatan. Antibiotik merupakan obat pilihan untuk pertusis. Jenis dan dosis antibiotic akan ditentukan oleh dokter.

Bagaimana Cara Mencegah Pertusis Pada Bayi / Anak?


  • Sekarang ini sudah tersedia vaksin pertusis yangdiberikan secara bersama-sama dengan difteri dan tetanus (DPT). vaksin ini diberikan sebanyak 5 kali yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, dan 5 tahun. diperlukan juga booster / penguatan pada usia 12 – 17 tahun untuk mencegah terjadinya pertusis saat remaja muda dan dewasa.


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan Membuat Komentar, like, share, dan baca artikel lainnya… Gabung Fanspage Rumahku Istanaku atau Masukkan email anda untuk update gratis artikel di blog ini terima kasih.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »