4 Ciri atau Gejala Refluks Gastroesofagus Pada Bayi dan Anak

4 Ciri atau Gejala Refluks Gastroesofagus Pada Bayi dan Anak
Gumoh  Pada Bayi

Ketika kita makan, makanan yang kita telan akan melewati esophagus kemudian masuk ke dalamlambung untuk dicerna. Antaraesofagus dan lambung terdapat sebuah katup yang berfungsi menjaga agar makanan yang sudah di dalam lambung tidak bisa kembali ke atas. katup akan terbuka saat makanan masuk ke dalam lambung kemudian ketika makanan sudah di dalam lambung katup akan menutup. Pada bayi terkadang makanan tersebut kembali keatas dan dimuntahkan disertai dengan sendawa. Hal ini dikarenakan katup tersebut belum bekerja sabagaimana mestinya. Inilah yang disebut RGE (Refluks Gastroesofagus).

Apa Beda Gumoh dengan Muntah?


  • RGE dapat muncul dalam bentuk gumoh (Regurgitasi). Pada gumoh isi lambung akan keluar dengan sendiri dan tanpa usaha. sedangkan pada muntah akan terlihat usaha bayi untuk memuntahkan isi lambungnya.

Berapa sering RGE terjadi pada Bayi?


  • Sekitar 50% bayi berusia 0-3 bulan mengalami gumoh dan ini masih normal. Pada usia 7 bulan biasanya sudah hilang dengan sendirinya, terutama apabila bayi sudah mendapatkan makanan yang cukup padat. Gumoh tidak berbahaya asalkan yang dikeluarkan tidak banyak sehingga pertumbuhan bayi tidak terganggu, Bila keadaan ini menetap atau bahkan memburuk ketika anak semakin besar, maka ini perlu mendapat perhatian karena tidak normal.

Apa Tanda dan Gejala Yang Sering Menyertai RGE pada bayi dan anak?

RGE merupakan hal yang normal, tetapi pada beberapa keadaan dapat menjadi tidak normal, yaitu apabila RGE disertai dengan tanda dan hejala lainnya. tanda atau gejala RGE pada bayi dan anak berbeda pada bayi, gejala yang sering ditemukan :

1.   Muntah yang berulang
2.   Berat badan Tidak naik
3.   Rewel
4.   Menolak Untuk Makan

Sedangkan pada anak, gejala RGE yang sering menyertai antara lain :

1.   Regurgitasi (keluarnya isi lambung kembali ke mulut)
2.   Nyeri dada
3.   RasaPanas di dada
4.   Sulit Makan

Apa Yang Perlu Dilakukan Untuk mengurangi RGE pada bayi?


  • Orang tua dapat mencoba mengurangi porsi minum atau makannya. jangan lupa memberikan kesempatan kepada perut bayi untuk mengosongkan lambungnya. pengsongan lambung pada bayi berlangsung selama 2 -3 jam
  • Jangan terlalu kencang memasang popok bayi. hal ini akan menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat sehingga memudahkan terjadinya refluks
  • Cobalah untuk membuat bayi bersendawa sewaktu minum atau sesudah minum dengan cara menepuk-nepuk punggung bayi dengan pelan atau mengelus-elus punggungnya.
  • Setelah minum , bayi jangan langsung ditidurkan. gendongbayi dalam posisi tegak dan perhatikan perut bayi agar tidak tertakan selama kurang lebih 30 menit.
  • Jangan tidurkan anak dalam posisi tengkurap tetapi dalam posisi terlentang dengan kemiringan kurang lebih 30 derajat kepala lebih tinggi dari perut/kaki

Kapan Bayi atau Anak Perlu Dibawa Ke Dokter?


RGE tidak berbahaya dan normal. tetapi ada beberapa keadaan yang perlu mendapatkan perhatian antara lain :
  • Bila yang dimuntahkan keluar terlalu banyak sehingga mengganggu proses pertambahan berat badan bayi
  • Bila orang tua melihat ada darah di isi lambung yang keluar tersebut
  • Bila keluarnya isi lambung tersebut membuat bayi atau anak tersedak atau susah bernafas
  • Bila RGE tetap berlangsung meski anak sudah mulai besar. pada umumnya anak yang usianya diatas 1 tahun sangat jarang mengalami RGE.


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda… silahkan Membuat Komentar, like, share, dan baca artikel lainnya… Gabung Fanspage Rumahku Istanaku atau Masukkan email anda untuk update gratis artikel di blog ini terima kasih.

Bagikan Ke

Related Posts

Previous
Next Post »