Blog Berisi Tentang Rumah dan Kesehatan

advertisement

10 Gejala Meningitis Bakterial Pada Anak

10 Gejala Meningitis Bakterial Pada Anak
Bentuk Pemeriksaan Kuduk Kaku oleh Dokter untuk Menegakkan Diagnosis Meningitis bakterial

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak(Meninges). ada beberapa jenis meningitis yang dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu Meningitis viral (karena virus) dan Meningitis bacterial, Meningitis karena jamur dan parasit. Meningitis karena virus umumnya bersifat ringan dan merupakan penyebab meningitis yang paling sering terjadi.
Meningitis karena bakteri biasanya menunjukkan gejala dan tanda yang lebih serius. Meningitis karena bakteri cukup banyak ditemukan dan angka kematiannya pun cukup tinggi (sekitar 5%-10%) serta dapat menyebabkan anak mengalami kecacatan.

Apa Itu Meningitis Bakterial?

Meningitis bacterial adalah peradangan selaput otak yang terjadi akbat infeksi bakteri. bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan meningitis antara lain: Haemophilus influenza, Streptokokus pneumonia, Neissera Meningitades. angka kejadian meningitis bacterial adalah sekitar 30-50 kasus per 100.000 anak usia 0-5 tahun dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan perempuan. Penyakit ini sangat berbahaya dan mematikan. Penyakit meningitis bacterial memerlukan penanganan yang tepat secepat mungkin.

Apa Tanda dan gejala meningitis bacterial pada bayi/ anak?

Tanda dan gejala meningitis bacterial bergantung pada usia anak. umumnya gejala dan tanda yang timbul yaitu :
1.   Demam
2.   Sakit kepala
3.   Fotofobia ( takut terhadap cahaya)
4.   Kaku pada leher
5.   Sulit makan
6.   Rewel
7.   Kejang
8.   Kehilangan Kesadaran
9.   Ada tanda-tanda syok
10.       Ruam atau bentuk kemerahan
Semua tanda dan gejala tersebut tidak timbul pada satu anak dan tidak muncul secara langsung. kadang gejala dan tanda didahului oleh infeksi saluran pernafasan biasa seperti batuk atau infeksi saluran pencernaan.

Bagaimana Dokter memastikan diagnosis meningitis bacterial pada bayi/anak?

Selain dari riwayat perjalanan penyakit, tanda dan gejala serta pemeriksaan fisik (sepertu pemeriksaan kuduk kaku dan brudzinski), biasanya dokter akan melakukan pungsi pumbal untuk lebih memastikan diagnosis meningitis. Pungsi pumbal adalah tindakan memasukkan jarum diantara tulangbelakang dan mengambil cairan serebospinal(Cerebrospinal Fluid) untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Bagaimana Cara Menangani Meningitis Bakterial

Apabila diagnosis sudah dapat dipastikan, dokter akan segera memberikan terapi. anak harus dirawat di rumah sakit. pemberian antibiotic dan obat-obatan lain secara intravena. Cairan tubuh juga dijaga dengan infuse. komplikasi di kemudian hari yang dapat terjadi adalah gangguan pendengaran, epilepsy, atau retardasi mental. bila ditangani dengan tepat dan cepat, angka kematian akibat meningitis bacterial rendah.

Bagaimana Cara mencegah terjadinya meningitis pada bayi/anak?

Penyebab meningitis bacterial yang paling sering terjadi pada bayi dan anak adalah bakteri Haemophlius influenza dan Streptokokus pneunomonia. sekarang sudah tersedia vaksin untuk keua jenis baktri tersebut. Vaksin HiB untuk Haemophlius influenza diberikan sebanyak 4 kali yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 15 bulan. Vaksin IPD (Invasive Pneumococcal Disease) juga diberikan sebanyak 4 kali yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 15 bulan. Anak yang belum divaksinasi IPD pada umur > 1 tahun akan diberikan 2 (dua) kali dengan jarak 2 bulan. sedangkan anak berusia 2-5 tahun yang belum divaksinasi cukup diberikan 1 kali.

Semoga Bermanfaat…Bagikan kepada teman/kolega anda siapa tahu teman / kolega anda membutuhkan informasi ini. # Indahnya Berbagi

Visitor