Blog Berisi Tentang Rumah dan Kesehatan

advertisement

7 Tanda Penyakit Bronkiolitis dan Terapi Penyembuhannya

7 Tanda Penyakit Bronkiolitis dan Terapi Penyembuhannya
Gambar Lokasi Bronkriolus

Bronkiolitis merupakan infeksi saluran pernafasan yang sering menyerang pada bayi yang baru lahir. sekitar 2%-3% bayi baru lahir dirujuk ke rumah sakit setiap tahunnya karena bronkiolitis dan 90% dari kasus tersebut adalah bayi berusia 1 -9 bulan. Seperti kita ketahui, udara akan masuk dari hidung lalu menuju ke tenggorokan, bronkus dan akhirnya ke bronkhiolus sebelum masuk ked lam sel paru-paru (alveolus). Bronkiolitis merujuk pada peradangan bronkiolitis. Penyebab umum infeksi ini adalah virus RSV(Respiratory Synccytial Virus).

Apa Tanda dan Gejala Dari Bronkiolitis?

Ada 7 (tujuh) gejala dan tanda yang dapat dijumpai pada anak dengan penyakit bronkhiolitis, yaitu :
1.   Batuk kering
2.   Nafas yang cepat dan memburu
3.   Bunyi seperti “Ngik-Ngik” (wheezing) ketika membuang nafas
4.   Demam yang tidak terlalu tinggi
5.   Hidung ingusan
6.   Kadang bayi terlihat pucat atau kebiruan
7.   Kesulitan bernafas yang disertai menurunnya selera makan.

Apa Penyakit Bronkiolitis Dapat Menular?

Bronkiolitis sangat mudah menular. Penularannya terjadi melalui kontak langsung dan lewat udara (percikan ludah). Hindarkan anak dari teman sebayanya atau saudara kandungnya untuk menghindari penularan. Sebagai orangtua, jangan lupa untuk menutup hidung dan mulut dengan tisu atau sapu tangan bila batuk atau bersin

Bagaimana Cara Dokter Menegakkan Diagnosis Bronkiolitis pada Anak?

Diagnosis bronkiolitis ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit, gejala dan tanda yang ada pada anak. Dokter mungkin akan memerlukan pemeriksan tambahan seperti foto rontgen dada dan pemeriksaan yang disebut Analisis Gas Darah (AGD) Analisis ini diperlukan untuk mengatahui kadar oksigen dan karbondioksida pada nak. pada nak dengan bronkiolitis terjadi peningkatan kadar CO2 dan penurunan kadar O2 dalam darah.

Bagaimana Terapi Penyembuhan Penyakit Bronkiolitis?

Terapi bronkilotis bersifat suportif dan simtomatik saja, Bronkiolitis termasuk penyakit self limiting disease yang artinya dapat sembuh sendiri. Biasanya anak akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 2 minggu tidak perlu dirawat di rumah sakit, kecuali bila dokter anda menganggap hal itu perlu dilakukan (opname).
Dokter akan memberikan obat-obatanseperti sirup parasetamol untuk menurunkan panas dan bila perlu oksigen tambahan bila dirawat. Cairan untuk tetes hidung seperti garam fisiologis (saline/NaCl) dan pemberian cairan yang cukup banyak dapat membantu proses penyembuhan. Namun pemberian antibiotic tidak dianjurkan bila sudah jelas menderita bronkiolitis kecual ada keraguan penyebabnya adalah bronkopneumonia yang penebabnya lebih banyak karena bakteri. Komplikasi berupa kerusakan permanen dari bronkioitis (Bronkiolitis Obliterans) jarang terjadi.


Semoga Bermanfaat…. Bagikan kepada teman/ kolega anda siapa tahu teman atau kolega anda membutuhkan informasi ini. #Indahnya berbagi

Visitor