Ciri Trauma Kepala Pada Anak

Ciri Trauma Kepala Pada Anak
Benjol salah satu tanda Trauma Kepala

Trauma kepala pada anak cukup sering terjadi (misalnya terjatuh saat terjatuh saat anak berlari atau memanjat) tetapi umumnya trauma kepala pada anak tidak menyebabkan kerusakan otak atau komplikasi jangka panjang yang serius. Trauma kepala pada kepala umumnya terjadi karena terbentur benda keras yang tumpul, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya luka akibat permukaan benda yang agak tajam.

Apa saja Penyebab Trauma Kepala Pada Anak?

Ada beberapa penyebab trauma kepala pada anak yaitu :

  • Terjatuh, anak terjatuh merupakan penyebab utama trauma kepala pada anak
  • Tertabrak Kendaraan bermotor
  • Cedera olahraga, seperti terkena lemparan bola
  • Kekerasan Orangtua pada anak

Apa Tanda dan Gejala trauma kepala pada anak?

Tanda dan gejala trauma kepala pada anak tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan trauma. umumnya trauma kepala dapat disertai dengan beberapa keadaan seperti :

  • Pembengkakan daerah yang terkena trauma (benjol)
  • Sakit kepala
  • Muntah-Muntah
  • Kejang
  • Kehilangan kesadaran selama beberapa saat (biasanya kurang 1 menit)
  • Mungkin didapatkan luka terbuka apabila trauma kepala disebabkan sesuatu yang runcing/tajam

Kapan Anak Perlu Dibawa Ke Dokter?

Meskipun trauma kepala pada anak seringkali tidak berbahaya dan umumnya ringan saja. tetapi ada beberapa keadaan yang memerlukan bantuan dokter. segera bawa anak anda ke dokter apabila :

  • Anak mengalami muntah beberapa kali Anak mengalami kejang
  • Anak mengeluarkan darah dari telinga dan hidung
  • Anak mengeluh sakit kepala yang bertambah parah
  • Anak kehilangan kesadaran dalam waktu yang cukup lama setelah trauma
  •  Ada perubahan perilaku anak
  • Mengalami kesulitan bicara, berjalan atau kejanggalan lainnya

Apakah perlu dilakukan pemeriksaan CT(Computed Tomography) Scan atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk anak?

Perlu tidaknya pemeriksaan kepala dengan kedua alat tersebut akan diputuskan oleh dokter. pemeriksaan dengan CT scan baru diperlukan apabila dokter merasa ada kerusakan/ perdarahan otak atau anak menunjukkan tanda dan gejala yang berat. Untuk trauma kepala, pemeriksaan dengan CT scan lebih baik daripada MRI, tetapi perlu diingat bahwa penggunaan CT scan akan membuat anak terpapar radiasi sinar X.

Apa Yang perlu diperhatikan orang tua pasca terjadi trauma kepala pada anak?

Setelah terjadi trauma kepala pada anak (meskpun ringan), orang tua harus memperhatikan beberapa hal yang mungkin menandakan adanya hal yang serius, apabila anak :

  • Anak Muntah lebih dari 2 kali atau muntah terus menerus selama 4 – 6 jam sesudah terjadi trauma kepala
  • Tiba-tiba mengalami sakit kepala yang hebat
  • Tidak berhenti menangis
  • Tiba-Tiba Kejang
  • Tiba-tiba mengalami kesulitan berjalan, berbicara atau melihat.

Apa yang dapat dilakukan untuk merawat anak dengan trauma kepala ringan?


Orang tua dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Pastikan anak cukup beristirahat
  • Bila ada luka kecil, coba bersihkan dengan air dan sabun, lalu tekan sekitar 10 menit. bila perdarahan tidak segera berhenti, bawa nak ke dokter.
  • Bila ada bengkak/benjol, Orang tua dapat mengompres dengan es untuk mengurangi bengkaknya
  • Bila anak mengeluh sakit, maka orang tua dapat memberikan sirup parasetamol atau asetaminofen.


Semoga Bermanfaat… Bagikan artikel ini kepada teman-teman anda barangkali membutuhkan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »