KPR Rumah Impian Dengan BPJS Ketenagakerjaan

KPR Rumah Impian Dengan BPJS Ketenagakerjaan
KPR Rumah Impian Dengan BPJS Ketenagakerjaan

Dengan hanya bermodalkan kartu BPJS Ketenagakerjaan anda sudah nisa mendapatkan bantuan pinjaman KPR dan bantuan uang muka. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kini menawarkan kemudahan bagi anggotanya dalam memperoleh rumah impian. Program bantuan rumah ini sebenarnya sudah digencarkan sejak beberapa tahun belakangan lewat Pinjaman Uang Muka Perumahan Kerja Sama Bank (PUMP-KB).
Program ini merupakan salah satu programdari Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta (DPKP) yang dibuat oleh jamsostekguna memfasilitasi kebutuhan perumahan melalui fasilitas KPR. Setelah Jamsostek berganti nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan, PUMP-KIB berganti nama dengan Pinjaman Perumahan Pekerja Kerja Sama Bank (PPKB), terhitung sejak 30 juni 2015.

Apa itu PPKB?

PPKB merupakan program kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Bank Tabungan Negara (BTN) guna membantu peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam mendapatkan rumah impiannya. Bantuan dana yang diberikan PPKB antara lain Kredit Konstruksi (KK), Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Pinjaman Uang Muka Rumah (PUM).
Untuk mendapatkan PPKB ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain :
1.   Telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketanagakerjaan minimal 1 tahun
2.   Tergabung dalam sebuah perusahaan yang tertib administrasi kepesertaan dan iuran
3.   Bukan Perusahaan Daftar sebagian Upah (PDS) Upah,m Tenaga Kerja dan Program (JHT,JKK,JK)
4.   Merupakan Rumah Pertama Yang Akan Dibiayai
5.   Harga rumah maksimal Rp.500 juta
6.   Maksimal cicilan 20 tahun untuk KPR dan 15 tahun untuk PUM
7.   Peserta yang istri atau suaminya menjadi peserta hanya diperbolehkan mengajukan 1 (satu) KPR.
Pengajuan KPR nantinya dilakukan di BTN dengan membawa syarat administrasi yang dibutuhkan. syarat administrasi yang diajukan sama halnya dengan mengajukan KPR pada umumnya.

Keunggulan PPKB

PPKB memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan KPR yang umum. salah satu keunggulannya adalah tingkat suku bunganya. Untuk rumah non subsidi, suku bunga KPR mengacu pada suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) kemudian ditambah 3%. sedangkan untuk rumah subsidi suku bunganya menyesuaikan dengan aturan pemerintah yaitu 5% selama angsuran berlangsung.
Berbeda dengan PUM, bantuan uang muka ini hanya berlaku untuk rumah subsididengan tingkat bunga BI rate + 3%. Untuk rumah non subsidi, fasilitas PUM tidak berlaku. seperti halnya pengajuan untuk membeli rumah subsidi makan maksimal pendapatan setiap bulannya adalah Rp. 4 juta. apabila penghasilannya lebih dari itu maka harus membeli rumah non subsidi.

Prosedur Pengajuan PPKB

Berikut alur pengajuan PPKB di Bank yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan
1.   Peserta mengajukan kredit kepada bank penyalur PPKB dengan membawa kelengkapan dokumen yang diminta. Kemudian bank akan melakukan verifikasi awal
2.   Kantor Cabang Bank Penyalur PPKB akan mengirimkan surat permohonan kredit untuk dilakukan verifikasi kepesertaan ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan
3.   Kantor cabang BPJS ketenagakerjaan akan melakaukan verifikasi data peserta dan mengirimkan formulir persetujuan ke kantor bank penyalur
4.   Permohonan PPKB di acc atau ditolak akan diberitahukan oleh bank penyalur kepada pemohon PPKB

Semoga Bermanfaat….Bagikan kepada teman/kolega anda siapa tahu teman/kolega anda membutuhkan informasi ini. #Indahnya Berbagi

Bagikan Ke

Related Posts

Previous
Next Post »