Blog Berisi Tentang Rumah dan Kesehatan

advertisement

Mengenal Perbedaan Rumah HGB dan SHM

Mengenal Perbedaan Rumah HGB dan SHM
Mengenal Perbedaan Rumah HGB dan SHM

Di Indonesia ada beberapa jenis surat tanah yang berlaku hingga saat ini. HGB (Hak Guna Bangunan) dan SHM (Sertipikat Hak Milik) merupakan salah satu bentuk surat tanahnya. Keduanya sama-sama diakui oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hanya saja, keduanya memiliki perbedaan yang penting anda ketahui.
SHM merupakan hak penuh atas kepemilikikan tanah pada suatu kawasan dengan luasan tertentu yang disebutkan dalam sertipikat itu. HGB (Hak Bangunan) menurut UUPA adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan atas tanah yangbukan miliknya sendiri selama jangka waktu tertentu. Berikut Perbedaan SHM dan HGB, serta tips jual beli properti dengan HGB dan Bagaimana Cara Menaikkan status HGB ke SHM.

Perbedaan HGB dan SHM

Perbedaannya ada 2 (dua) yaitu :

Masa Berlaku

  • Tidak seperti Sertipikat Hak Milik (SHM), HGB memiliki masa berlaku tertentu. Hak Guna Bangunan ( HGB) biasanya berlaku selama 30 tahun. kemudian pemilik HGB bisa melakukan perpanjangan masa berlaku pertama 20 tahun, dan perpanjangan masa berlaku kedua hingga 30 tahun. jadi apabila di total masa berlaku bisa sampai 80 tahun
  • HGB juga bisa habis masa berlakunya karena beberapa sebab, antara lain masa berlakunya dihentikan sebelum jangka waktu HGB berakhir.
  • HGB juga bisa  dicabut  jika tanah tersebut musnah atau ditelantarkan.
  • Apabila hal-hal yang membuat status HGB dicabut tadi terjadi, maka tanah yang sebelumnya menjadi milik pemegang Hak akan ditarik menjadi Milik Negara

Beda Peruntukan


  • Perbedaan mendasar lainnya adalah soal ditujukan keduanya,  SHM ditujukan untuk kepemilikan pribadi, sedangkan HGB diperuntukkan untuk badan usaha atau perusahaan.

Menaikkan Status HGB Ke SHM

Tujuannya agar terhindar dari biaya perpanjangan HGB serta untuk lebih mengukuhkan status tanah milik anda. Ada baiknya untuk menaikkan status HGB ke SHM dengan bantuan Notaris atau PPAT. Anda juga bisa melakukannya sendiri dengan mendatangi kantor BPN sesuai lokasi anda. Berikut ini beberapa hal yang perlu anda persiapkan meningkatkan HGB ke SHM.
  • Sertipikat HGB asli
  • Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Fotokopi KTP / identitas diri lainnya
  • Fotokopi SPPT Pajak Bumi Dan Banguan
  • Surat permohonan pengajuan ke Kantor Pertanahan
  • Biaya peningkatan sesuai Nilai Jual Objek Pajak

Tips Jual Beli Properti dengan SHGB

  • Apabila HGB habis masa berlakunya, bukan berarti property bersertifikat HGB ini tidak dapat diperjualbelikan. Tanah yang ber SHGB yang habis masa berlakunya tetap bisa diperjualbelikan secara hokum, karena yang diperjualbelikan adalah hak atas tanah tersebut. Namun, pihak-pihak yang bersangkutan dalam jual beli harus melakukan beberapa kesepakatan dalam beberapa hal:
  • Pihak manakah (penjual atau pembeli) yang akan melakukan perpanjangan masa berlaku HGB yang diperjualbelikan
  • Menghubungi Kantor BPN terdekat, untuk memastikan ukuran tanah HGB yang diperjualbelikan serta perpanjangan masa berlaku HGB

Semoga Bermanfaat… Bagikan Artikel ini kepada kolega/teman anda siapa tahu membutuhkan dan mendapatkan manfaat dari informasi ini.

Visitor