5 Tips Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Anda

5 Tips Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Anda
Peralatan Listrik Yang Sering Digunakan

Mengurangi penggunaan listrik di rumah bukan hanya persoalan memilih peralatan listrik berlabel energy saving. Tapi juga masalah bagaimana anda menggunakannya. Jika sudah memilih peralatan listrik yang benar, langkah selanjutnya adalah menggunakannya secara tepat sehingga pemakaian listrik bisa dihemat. tidak ada gunanya anda membeli TV yang hemat energy jika anda menyalakannya secara terus menerus. Berikut ini ada 5 tips penggunaan peralatan listrik rumah anda sehingga tagihan listrik rumah anda tidak melonjak

1.   Lemari ES

  • Hindari meletakkan lemari es di tempat yang terkena langsung sinar matahari atau di dekat barang yang menghasilkan panas, seperti kompor, oven, microwave, dan lain sebagainya. Berikan jarak minimal 15 cm dari dinding atau sesuai petunjuk, karena lemari es memerlukan ruang untuk udara panas yang keluar.
  • Biasakan tidak berlama-lama membuka lemari es. ketika pintu lemari es dibuka, akan terjadi lonjakan yang digunakan oleh lemari es. setiap 30 deti lemari es dibiarkan terbuka, lemari es membutuhkan waktu 30 menit untuk kembali ke suhu semula. proses pengembalian ini membutuhkan daya listrik yang cukup besar
  • Atur suhu lemari es di suhu ideal yaitu antara 2ºC - 5ºC untuk lemari pendingin dan -15ºC untuk freezer. Semakin dingin setting temperatur lemari es tentunya semakin lama kompresor bekerja sehingga konsumsi energy listrik semakin besar. apabila tidak terlalu dipakai, usahakan set suhu minimum.
  • Setiap akan memasukkan makanan ke lemari es, pastikan makanan tidak dalam keadaan panas. makanan panas akan menaikkan suhu di dalam lemari es, sehingga lemari es harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan ke suhu semula.
  • Rawat lemari es anda, ganti seal atau karet pada pinggiran pintu lemari es apabila sudah longgar atau rusak. Seal yang tidak rapat seringkali salah satu penyebab lemari es sulit dingin. karena udara dingin justru terbuang keluar sehingga suhu tidak terjaga.
  • Isi lemari es sesuai dengan kapasitasnya. penyimpanan berlebih pada lemari es akan menutup jalur aliran udara dingin yang nantinya akan mengganggu sirkulasi udara. Pada akhirnya lemari es akan bekerja lebih berat untuk mencapai suhu yang telah diatur.
  • Jangan membiarkan lemari es kosong. lemari es yang kosong nyata akan membutuhkan daya listrik yang yang lebih besar. Maksimalkan volume lemari es, namun tetap pastikan isi lemari es anda tertata rapi. Hal ini untuk menghindari anda berlama-lama mebuka lemari es akibat isi yang tidak teratur.
  • Jika berniat meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama, kosongkan lemari es anda dan matikan. Biarkan pintu lemari es terbuka untuk mencegah terbentuknya jamur di dalamnya. ingat, jangan mencabut stop kontak lemari es saat masih ada makanan atau sisa makanan di dalamnya. hal ini justru dapat membuat makanan anda dihinggapi belatung, jamur dan bakteri.

2.   Televisi (TV)

  • Gunakan timer jika anda biasa menonton TV sebelum tidur
  • Atur tingkat kontras dan kecerahan sesuai yang dibutuhkan. makin kontras dan makin cerah, makin besar listrik yang digunakan.
  • Jangan biarkan TV dalam keadaan stand by seharian. umumnya, dalam keadaan standby TV mengonsumsi 0,4 watt – 1 watt. jika memang TV tidak dipakai untuk waktu yang lama, lebih baik matikan TV. namun jika anda akan menghidupkan TV lagi kurang dari 1 jam, lebih baik posisikan standby sehingga tak perlu lagi menyalakan dari awal.
  • Jangan mengganti saluran terus menerus, Mengganti saluran membutuhkan listrik. Makin sering anda mengganti saluran. makin banyak listrik yang dibutuhkan.
  • Sesuaikan volume dengan kebutuhan, makin besar volume maka semakin besar energy listri yang dibutuhkan.

3.   Air Conditioner (AC)

  • Setel suhu AC sesuai kebutuhan suhu ruang. idealnya, AC dinyalakan dengan selisih 1ºC - 2ºC dari suhu ruang. misalnya suhu ruang tidur anda sekitar 26ºC, maka idealnya suhu AC di ruang tidur  sektar 24ºC - 25ºC.
  • Banyak yang menggunakan AC bersuhu rendah, lalu karena kedinginan harus tidur dengan selimut. Padahal, anda bisa menyetel AC pada suhu ideal. Ingat, semakin rendah suhu yang dihasilkan, maka semakin berat pula kerja komponen-komponen elektrik didalamnya. Otomatis, energy listrik yang diperlukan pun semakin besar. Setiap penurunan suhu 1ºC maka biaya listrik akan meningkat sekitar 6%.
  • Jangan menyalakan AC sepanjang hari, apalagi jika tidak dibutuhkan. hidupkan AC hanya saat tertentu, seperti ketika menunjang waktu tidur anda, 8 jam sehari.
  • Pergunakan fitur timer atau pengatur waktu pada AC anda. atur agar AC mati sekitar 1 jam sebelum waktu bangun tidur.
  • Bersihkan AC secara rutin. untuk filter AC anda bisa membersihkannya minimal 2 – 3 minggu sekali. sedangkan komponen AC secara keseluruhan, bersihkan rutin selama 3 bulan sekali. agar kinerja produk maksimal.
  • Matikan AC bila disinyalir mengalami kebocoran. hubungi pihak-pihak terkait yang dapat membantu anda memperbaiki perangkat tersebut.

4.   Pompa Air

  • Gunakan penampung air atau tangki air. dengan begini, pompa tidak perlu sering dinyalakan
  • Hindari menggunakan pompa air otomatis, pompa air otomatis maksudnya pompa yanglangsung menyala saat keran dibuka dan mati saat keran ditutup. Pompa ini tentunya akan memakan listrik lebih banyak ketimbang pompa yang harus dinyalakan manual
  • Jika ingin cara yang lebih hemat, gunakan radar pada tangki air. Radar akan membuka saluran air pada pelampung (radar) pada tangki air turun. Namun, pasang radar serendah mungkin sehingga ia baru akan bekerja jika air di tangki air benar-benar kosong.
  • Jangan menyalakan pompa di waktu biaya tinggi, yaitu sektar jam 6 sore hingga 10 malam. disbanding alat elektrolik lain, pompa punya lonjakan awal cukup tinggi, yakni bisa 1,5-2 kali dari daya yang tertera pada label.

5.   Mesin Cuci

  • Maksimalkan kapasitas mesin cuci. jika keluarga anda hanya rerdiri dari 2 (dua) orang, tak perlu mencuci setiap hari, lebih baik menunggu hingga cucian banyak lalu mencucinya.
  • Daripada mengringkan pakaian hingga 2 (dua) putaran, lebih baik manfaatkan cahaya matahari.

Pilih Mana, Stand by atau Cabut Kabel?

Hemat listrik mana, meninggalkan peralatan listrik dalam kondisi stand by atau dengan kabel tercabut? banyak yang menyarankan untuk mencabut kabel peralatan listrik bila tidak diperlukan.
Pertimbangan stand by dan cabut kabel juga dilihat dari segi teknologi peralatan listrik yang anda miliki. peralatan elektronik zaman dahulu, TV tabung mengonsumsi listrik cukup besar jika dibiarkan menyala. untuk itu ambil sikap cabut kabel. Saat ini, dengan adanya teknologi terbaru, kini peralatan elektronik ada fitur stand by to zero. cukup mengondisikan peralatan elektronik pada posisi stand by, arus listrik terhenti sama sekali dalam keadaan off. fitur ini bisa dilihat pada TV LED teknologi paling akhir. Bila memiliki TV seperti ini, disarankan untuk memilih stand by.


Semoga Bermanfaat…Bagikan kepada teman atau saudara anda siapa tahu teman atau saudara anda membutuhkan informasi ini. # Indahnya berbagi.

Bagikan Ke

Related Posts

Previous
Next Post »