Menghadapi Pengembang Properti Yang Nakal

Menghadapi Pengembang Properti Yang Nakal
Harapan Kita Mendapatkan Rumah Impian Tanpa Masalah

Pada saat kita membeli properti dari pengembang baik itu yang inden maupun ready stock maka kita harus benar benar memilih pengembang yang professional bukan pengembang yang nakal. Berikut Tanya jawab cara menghadapi pengembang properti yang nakal atau tidak profesional

Question :

“Pak Yulius di tempat, sekitar 1 (Satu) tahun yang lalu, saya membeli rumah pada perumahan baru di daerah Bogor dari suatu developer melalui proses kredit dengan cara inden.Akhirnya, setelah melakukan pembayaran di muka saya melakukan akad kredit, kurang lebih 6 (enam) bulan setelahnya, rumah tersebut baru mulai dibangun. sebagai informasi, saya menandatangan perjanjian yang dalam klausulnya menguraikan bahwa rumah akan dibangun paling lama 3 (tiga) bulan setelah proses akad kredit. Beberapa bulan terakhir, rumah saya akhirnya dibangun, walaupun terlambat dari jadwal yang seharusnya. setelah saya cek prosesnya banyak bentuk dan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya. Pertanyaan saya, bagaimana upaya hokum yang dapat saya tempuh guna memenuhi hak-hak saya sebagai konsumen?.
Mohon nasihat hukum dari Bapak, Terima Kasih
(Emir Armindo-Jakarta Timur)

Answer :

“Terima kasih atas pertanyaan yang bapak ajukan. Hal pertama yang ingin kami tanyakan kepada Bapak, apakah bapak selaku konsumen telah melaksanakan seluruh kewajiban yang terdapat dalam perjanjian?”
“Sebelum Bapak menempuh jalur hukum, menurut kami ada baiknya permasalahan tersebut dibicarakan dengan jalur kekeluargaan bersama pihak pengembang. Selanjutnya apabila tidak terdapat tanggapan atau respon positif dari pengembang,Bapak dapat mengirimkan teguran (somasi) dengan mencantumkan tenggat waktu pelaksanaan kewajiban oleh pihak pengembang, sebagaimana Pasal 238 Kitab Undan-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) sebagai berikut :
Debitur Dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan”.
Apabila sampai tenggat waktu yang ditentukan dalam teguran (somasi) tersebut, pihak pengembang tetap bersikukuh tidak melaksanakan seluruh kewajibannya, langkah hukum selanjutnya yang dapat Bapak tempuh adalah menggugat pihak pengembang secara perdata dengan dasar hukum wanprestasi menurut pembayaran ganti kerugian dan bunga yang diatur dalam pasal 1243 KUH Perdata yang berbunyi:
Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tidak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan lalai,tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan”.
Selain mengajukan gugatan perdata , karena pengembang pada pokoknya membangun rumah tidak sesuai spesifikasi yang dijanjikan, maka Bapak dapat membuat laporan polisi pada kantor polisi terdekat dengan dugaan tindak pidana sebagai berikut :
Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU Perlindungan Konsumen) :
(1) Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan / atau jasa yang:
“(f) tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan, atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut;…”
Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen :
Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat(2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2) dan Pasal 18 dipidana dengan ancaman pidana penjara aling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.2.000.000.000,- (dua milyar rupiah)
Demikian saya sampaikan, semoga penjelasan tersebut dapat berguna bagi Bapak. Salam, Yulius Setiarto

Konsultasi Properti
diasuh : Yulius Setiarto,SH (Konsultan Hukum Pada Setiarto&Partner Law Firm)  yang disadur dari Majalah / Tabloid Rumah 352-XVI

Semoga Bermanfaat…Bagikan kepada teman atau saudara anda siapa tahu teman atau saudara anda membutuhkan informasi ini. # Indahnya berbagi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »