6 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Beli Rumah

6 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Beli Rumah
6 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Beli Rumah

Pengembang properti melakukan berbagai cara untuk memasarkan produknya kepada calon pembeli. Beberapa trik promosi dilakukan pengembang untuk lebih menjual produk propertinya. trik promosi yang biasa dilakukan adalah dengan mengembel-embeli dengan kata-kata syarat dan ketentuan berlaku. Berikut 6 Hal Yang harus diperhatikan saat Beli Rumah.

1.   Nomor Urut Pembelian

Sistem Nomor Urut Pembelian (NUP)kini sering digunakan pengembang untuk memasarkan produknya. Biaya NUP biasanya cukup terjangkau yakni mulai dari Rp. 1 jutaan. Pengembang biasanya menampilkan promosi ini dengan kalimat menarik, misalnya “Dengan Rp. 1 Juta Anda Bisa Beli Rumah”. padahal maksud dari NUP ini hanyalah uang untuk mendapatkan Nomor Urut Pembelian (NUP).
Pengembang biasanya mengeluarkan promosi NUP ini beberapa minggu sebelum produk properti / hunian diluncurkan. NUP biasanya digunakan untuk menarik pembeli properti dan bisa dikembalikan jika calon pembeli tidak jadi melakukan jual-beli.

2.   Lokasi Strategis

Lokasi biasanya menjadi salah satu factor utama seseorang ketika memutuskan membeli properti. Karena itu pengembang properti menampilkan iming-iming lokasi strategis di brosur properti.
Anda pasti tidak asing dengan kalimat “ hanya 5 menit dari pintu tol terdekat” atau “Hanya 5 menit dari pusat kota”. Kalimat-kalimat tadi hanyalah kiasan untuk menarik perhatian calon pembeli. Untuk kebenarannya. anda harus melakukan kunjungan ke properti yang hendak anda beli

3.   Hadiah Langsung

Promosi hadiah langsung juga sering ditampilkan pada brosur properti. Promosi ini biasanya hanya berlaku kepada pembeli baru dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. seperti misalnya hadiah langsung untuk 10 pembeli pertama

 4.   Uang Muka

Promosi hadiah langsung juga sering ditampilkan pada brosur properti. Promosi ini biasanya hanya berlaku kepada pembeli baru dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. seperti misalnya hadiah langsung untuk 10 pembeli pertama, pembeli yang langsung membayar lunas dan pemberian hadiah melalui undian.
Kalimat “DP Ringan” biasanya juga menjadi trik promosi untuk menarik calon pembeli rumah. Untuk memastikan hal ini, Anda sebaiknya berkonsultasi langsung dengan staf pemasaran mengenai ketentuan dari uang muka atau DP Ringan tersebut. biasanya jumlah DP (Down Payment) tetap sama seperti biasa, yakni 30% dari harga total. Yang membuat ringan, pembeli bisa mencicil uang muka sebanyak beberapa kali agar pembayaran terasa lebih ringan. Beberapa pengembang kadang juga memberikan promosi beli rumah tanpa uang muka. Promosi ini biasanya berlaku untuk beberapa pembeli pertama dengan jumlah yang terbatas.

5.   Sold Out

Pengembang juga kerap menampilkan kalimat “sold out” dalam trik promosinya. kalimat ini biasanya menunjukkan klaster sebelumnya atau tower pertama dari proyek yang dipasarkannya sangat diniminati hingga laku terjual. Terkadang kalimat “Sold Out” ini tidak sepenuhnya  menunjukkan seluruh unit sudah habis terjual. Pengembang biasanya masih memiliki beberapa unit sisa yang belum laku terjual. Harga unit sisa ini biasanya akan lebih murah dibandingkan harga pada penawaran awal. Promosi ini bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan hunian idaman.

6.   Booking Fee

Pengembang biasanya mengharuskan calon pembeli untuk membayar uang tanda jadi sebelum akad pembelian. Uang tanda jadi atau booking fee ini biasanya bernilai mulai dari Rp. 5 jutaan. Pembayaran boking fee dimaksudkan agar pengembang lebih mudah mendata unit yang masih tersisa. Berbeda dengan NUP, Booking fee tidak dapat dikembalikan apabila calonpembeli membatalkan pembelian.
Baca Juga :

Semoga Bermanfaat…Bagikan kepada teman atau saudara anda siapa tahu teman atau saudara anda membutuhkan informasi ini. # Indahnya berbagi.

Bagikan Ke

Related Posts

Previous
Next Post »