Blog Berisi Tentang Rumah dan Kesehatan

advertisement

Menghadapi Penghuni Rumah Kontrakan Yang Nakal

Menghadapi Penghuni Rumah Kontrakan Yang Nakal
Menghadapi Penghuni Rumah Kontrakan Yang Nakal

Usaha Rumah Kos atau Kontrakan merupakan usaha yang menguntungkan dan menggiurkan. Usaha tersebut merupakan usaha yang long term artinya usaha tersebut dibutuhkan dengan jangka waktu yang lama. Namun, seperti usaha lainnya ada beberapa masalah yang dihadapi, antara lain adanya penghuni rumah kontrakan yang nakal / menunggak pembayaran kontrakan. Berikut Tanya jawab menghadapi penghuni rumah kontrakan yang nakal.

Question :

“Pak Yulius di tempat, saat ini saya memiliki sebuah rumah kontrakan di daerah Jakarta Selatan seluas kurang lebih 200 M2. Beberapa bulan terakhir, Pengontrak terkendala dalam melakukan pembayaran rumah kontrakan.”
“Ketika beberapa kali saya menagih, ia selalu beralasan belum memiliki uangatau dengan alasan-alasan lainnya. Permasalahannya, jangka waktu kontrak tersebut akan berakhir  sekitar 1 bulan lagi. ada ketakutan saya bahwa pengontrak tersebut akhirnya kabur dari rumah saya, sehingga saya tidak memperoleh hak saya atas uang kontrakan tersebut.”
“Pertanyaan saya, Langkah hukum apa yang dapat saya tempuh untuk meminimalisasi kemungkinan terburuk (misalnya pengontrak kabur,namun saya belum memperoleh pembayaran?)”
“Mohon Nasehat hukum dari Bapak Yulius, Terima Kasih.”
Hormat saya, Asnarani Rahayu-Jakarta Selatan

Answer :

“Terima kasih atas pertanyaan ibu sebelumnya. Hal pertama yang ingin saya tanyakan kepada ibu, apakah terdapat perjanjian sewa-menyewa antara ibu selaku pemilik rumah dengan pihak pengontrak?”
“Jika ada, ibu dapat menjadikan surat perjanjian tersebut menjadi landasan hukum untuk menuntut hak-hak ibu.”
“Jika tidak, Ibu dapat mendasari sewa-menyewa berdasarkan perjanjian lisan dan bukti-bukti terkait. misalnya: bukti pembayaran sewa, bukti pembayaran listrik dll.”
“Sebelum ibu menempuh jalur hukum, ada baiknya permasalahan tersebut dibicarakan dengan jalan kekeluargaan dan musyawarah. Menurut ketentuan hukum, pihak penyewa berkewajibanuntuk membayar harga sewa kepada pemilik rumah sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan, sebagaimana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Perdata (KUHPer) yang diatur sebagai berikut:
Penyewa harus menepati dua kewajiban utama : memakai barang sewa sebagai seorang kepala rumah tangga yang baik, sesuai dengan tujuan barang itu menurut persetujuan sewa atau jika tidak ada persetujuan mengenai hal itu , sesuai dengan tujuan barang itu menurut persangkaan menyangkut keadaan: membayar harga sewa pada waktu yang telah ditentukan.”
“Menurut kami, langkah hukum pertama yang dapat ditempuh adalah mengirim teguran atau somasi kepada pihak pengontrak. teguran atau somasi tersebut dengan mencantumkan jangka waktu pembayaran terakhir oleh pihak pengontrak, merujuk pada pasal 1238 KUHPer adalah sebagai berikut:
“ Debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.”
“Selanjutnya, apabila pengontrak tidak juga melakukan pembayaran pada tenggat waktu yang ditentukan, ibu dapat mengajukan gugatan perdata wanprestasi kepada pengontrak rumah. Pada intinya, dalam petitum (permohonan) gugatan tersebut. pengontrak wajib membayar uang sewa dan biaya-biaya yang terkait dengan pengajuan perkara tersebut.”
“Demikian penjelasan yang dapat saya berikan. semoga berguna bagi ibu untuk penyelesaian permasalahan tersebut.”
Salam- Yulius Setiarto

Konsultasi Properti
diasuh : Yulius Setiarto,SH (Konsultan Hukum Pada Setiarto&Partner Law Firm)  yang disadur dari Majalah / Tabloid Rumah 353-XIV

Semoga Bermanfaat…Bagikan kepada teman atau saudara anda siapa tahu teman atau saudara anda membutuhkan informasi ini. # Indahnya berbagi.

Visitor