Blog Berisi Tentang Rumah dan Kesehatan

advertisement

Batasan Penghasilan Jadi Kendala Penyerapan Rumah Subsidi

Batasan Penghasilan Jadi Kendala Penyerapan Rumah Subsidi
Rumah Subsidi


Sahabat Rumah, Salah satu permasalahan dalam pemenuhan realisasi program rumah subsidi adalah batasan penghasilan yang ditetapkan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sesuai dengan peraturan yang dibuat pemerintah, Kredit Pemilikan Rumah bersubdisi hanya boleh diajukan oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan penghasilan maksimal Rp4 juta per bulan. Bagi developer, ini menjadi permasalahan disebabkan kebanyakan dari Masyarakat tersebut sulit mengakses untuk KPR bersubsidi.

“Ini yang jadi permasalahan buat kami dan para MBR karena umumnyadari mereka punya sisa gaji kurang dari satu kali atau bahkan dua kali angsuran sehingga mereka nggak bisa mengakses Kredit Pemilikan Rumah Subsidi,” ujar Ketua Umum Asosiasi perumahan Nasional (Apernas) Aris Suwirya.

Aris Suwirya meneruskan, developer umumnya sudah menyiapkan 100 unit rumah subsidi namun yang bisa dibeli MBR melalui KPR subsidi hanya sekitar 10% atau 10 unit.

Kejadian itu terjadi karena sisa gaji para MBR hanya berkisar Rp500.000 hingga Rp700.000 dan itu tidak sesuai dengan persyaratan yang diinginkan perbankan atau cicilan yang harus dibayar per bulannya.

Selain daripada itu, Aris Suwirya juga menjelaskan bahwa developer selaku penyedia rumah selalu mencoba membuat rumah yang layak huni dengan lokasi yang mendekati tempat kerja user.

tetapi, berdasarkan pengalaman dari kondisi saat ini, rumah subsidi justru memiliki kualitas yang kurang memadai karena rendahnya pagu harga jual yang ditetapkan pemerintah, sedangkan harga material bangunan membumbung tinggi.

Efeknya, tidak mengherankan jika rumah subsidi berada di lokasi-lokasi yang juga jauh dari pusat pusat kegiatan atau menjauhi tempat kerja user.

Walaupun demikian, Aris Suwirya menegaskan bahwa developer membangun rumah subsidi tidak asal-asalan meskipun harga pagu ditentukan oleh pemerintah.

Apernas menyediakan rumah subsidi itu dengan batako dicat dan plester luar dalam, listrik dengan daya 1.300 watt, sanitasi lengkap, air mengalir, luas tanah minimal 72 meter persegi sampai 84 meter persegi, menggunakan atap baja ringan, dan keramik dengan ukuran 40cm x 40cm.

(sumber : www. rumahguide.id/kabar/batasan-gaji-jadi-kendala-penjualan-rumah-subsidi/)

Visitor