Advertisement

6 Cara Cek Kualitas Bangunan Ketika Beli Rumah


Sahabat Rumah, lakukan pengecekan kualitas bangunan ketika akan melaksanakan pembelian rumah, baik rumah gres apalagi rumah seken. Bukan apa-apa, faktor kenyamanan dan keamanan merupakan hal yang perlu diperhatikan pada sebuah hunian, termasuk juga dari sisi estetika. Jangan sampai beli rumah baru dan anda juga baru menempatinya ternyata anda sudah harus melakukan renovasi rumah.

6 Cara Cek Kualitas Bangunan Ketika Beli Rumah
Properti Perumahan

Untuk rumah seken, usia bangunannya perlu diperhatikan. Sedangkan untuk rumah baru, Anda perlu jeli menilik spesifikasi bangunannya. Bukan apa-apa, ada segelintir oknum kontraktor bandel yang suka menurunkan spesifikasi atau mengirit materi bangunan. Alhasil, kualitas bangunan rendah dan tak sesuai mirip yang dijanjikan.

Quality bangunan rumah memang tergantung pada bahan material bangunan dan cara membangunnya. Untuk rumah new, bahan material bangunannya biasanya dinyatakan dalam brosur perumahan. Namun juga jangan gampang percaya pada spesifikasi yang tertera di brosur perumahan, alasannya brosur sewaktu-waktu dapat diganti secara sepihak oleh pengembang.

Jangan pula gampang tergiur oleh verbal cantik staf pemasaran perumahan, apalagi kalau rumahnya bukan ready stock alias inden.

Jika rumahnya bukan ready stock atau inden maka Anda perlu mengajukan beberapa pertanyaan kepada pihak pengembang guna mengecek kualitas bangunannya. Jika Anda kurang paham istilah teknis atau seputar material materi bangunan, ajak orang yang paham, contohnya tukang bangunan. 

1. Berapa ukuran rumah sebetulnya Jika perlu lakukan pengukuran sendiri.
2. Apa bahan-bahan yang dipakai untuk pondasi, dinding, lantai, genteng, dan plafon.
3. Bahan jenis apa saja yang dipakai untuk kusen dan rangka atapnya.
4. Berapa ukuran besi cor yang digunakan. Rumah yang besar lengan berkuasa minimal memakai besi ukuran diameter 8mm.
5.  Apa jenis kabel listrik yang dipakai dan berapa daya listrik yang disediakan.
6. Berapa tinggi plafon rumah. Plafon yang rendah menciptakan rumah menjadi gerah.
7.  Bagaimana sistem sirkulasi udara dan sanitasinya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diajukan, supaya semenjak dini Anda mampu mengetahui kondisi rumah yang sebenarnya. Jangan hingga cicilan KPR nya belum lunas, tapi rumah sudah harus direnovasi.

Mengingat konstruksi dan materi bangunan bersifat teknis, untuk mudahnya bawa saja tukang bangunan. Dan untuk melaksanakan transaksi pembelian, gunakan juga jasa broker properti yang terpercaya akan mendampingi Anda selama proses transaksi berlangsung. 

Dan yang perlu dicek adalah:

1. Apakah terdapat noda, jamur, atau kelembapan pada dinding. Dinding yang lembap tanda kebocoran. Periksa khususnya di area-area berair mirip kamar mandi dan area basuh piring. Meski bukan kerusakan besar tapi Anda akan membutuhkan perbaikan yang cukup serius.

2. Periksa kekokohan plafon. Pada rumah baru, mungkin Anda belum mampu mendeteksi kerusakan ini. Tapi untuk rumah seken, kerusakan plafon sering terjadi pada bangunan yang kurang kokoh. Coba periksa bentuk fisik langit-langit, apakah sudah mulai mengerut atau kendur.

3. Periksa isi lemari pada area basah. Jika rumahnya full furnished sudah dilengkapi kitchen set atau lemari, buka semua pintunya untuk mendeteksi kalau ada aroma lembap dan jamur. Bau lembap mampu menjadi indikasi kebocoran air atau kayu yang lapuk.

4.  Cek retak dinding. Perhatikan kalau ada retakan di dinding bab dalam dan luar. Retakan dinding yang mempunyai lebar lebih dari 2mm mampu memicu retakan yang lebih besar.

5.  Cek jamur di kamar tidur atau kamar mandi. Jamur biasanya nampak mirip awan kotor di bab dinding dan langit-langit, bahkan mereka masih meninggalkan bekas sesudah dibersihkan.

6. Cek plester dinding interior. Untuk rumah baru, Anda mampu mengecek kerapihan kerja kontraktornya dari plester dinding bab dalam. Jika terdapat kesalahan pengerjaan, biasanya akan muncul retakan serabut pada beberapa sisi. Retakan ini mampu semakin membesar ketika dinding akan dicat.

(artikel disarikan dari properti liputan6. com)

Demikian artikel 6 Cara Cek Kualitas Bangunan Ketika Beli Rumah semoga menambah wawasan anda dan silahkan anda bagikan sehingga dapat menjadi manfaat bagi orang lain.

Silahkan baca artikel dibawah ini sehingga wawasan anda tentang rumah semakin luas.

Berlangganan Artikel Rumahku Istanaku Gratis Kirim Ke Email: